Thursday, July 3, 2008

Bencana jeratan Narkoba


Jika Anda seorang pengguna narkoba aktif, entah itu pengguna jenis ganja, putau, XTC, shabu-shabu, LSD, obat-obatan penenang dan lain-lain, jika Anda tidak dapat meninggalkan penggunaannya dalam kehidupan Anda, jika Anda sudah sangat ketergantungan dengan semua itu, JANGAN PANIK!!!!, ternyata solusi untuk keluar dari semua itu cukup mudah, hanya memebutuhkan tekad yang bulat dari dalam diri anda sendiri. Sadarkah Anda kalau ternyata diri Anda sudah sangat ketergantungan dengan narkoba-narkoba itu?, jangan pernah bunuh diri Anda dengan cara perlahan, mari sadar dan nikmati kehidupan dengan senikmat-nikmatnya, sudah banyak korban yang jatuh, sudah banyak yang mengalami gangguan fungsi tubuh karenanya, sudah banyak yang cacat seumur hidup karenanya, sudah banyak yang mengalami gangguan jiwa karenanya, sudah banyak yang mati konyol karenanya, sudah banyak keluarga yang ditinggalkan karenanya, sudah banyak orang yang bersedih karenanya, sudah banyak keburukan yang diakibatkan olehnya, penulis hanya berharap agar para pembaca tidak menjadi yang berikutnya dalam daftar panjang korban akibat pemakaian narkoba yang terkutuk itu.


Maksud tulisan ini diperuntukkan kepada mereka yang masih terjebak di dalam lingkaran setan narkoba, walaupun kecenderungan para pemakai narkoba adalah orang yang buta huruf (manusia yang bisa membaca tulisan tetapi tidak memahami isi tulisan yang dibaca = buta huruf), sebagian besar dari mereka merupakan orang yang memiliki kemampuan rendah baik itu secara emosi maupun intelegensi apalagi spiritual. Karena penulis sadar akan hal itu tetapi jika mereka memiliki kemauan yang besar dalam mencari pencerahan atau suatu dukungan, pasti mereka menemukan jalan untuk kembali hidup secara normal, karena tidak pernah tertutup kesempatan bagi mereka yang mau berusaha.

Yang harus dipertanyakan kepada Anda-Anda yang menggunakan Narkoba secara aktif dan telah ketergantungan adalah, apakah Anda menyayangi dan mencintai diri Anda sendiri?, Jika anda menjawab “YA”, maka ketahuilah kalau ini merupakan titik terang cahaya harapan untuk Anda dalam meraih apa yang mau Anda raih., dengan kata lain jika Anda pernah memiliki suatu cita-cita maka hal itu bisa diwujudkan . tapi jika anda menjawab “TIDAK” maka dengan penuh rasa penyesalan penulis mengatakan kalau Anda tidaklah lebih dari seonggok sampah yang terserak dijalanan, tak lebih dari kotoran yang mengotori dunia ini, tak bermaksud dan tidak bermakna, sayang sekali tidak ada harapan bagi Anda-Anda yang tidak menyayangi dan mencintai diri Anda sendiri kecuali sebuah keajaiban. Kita sebagai manusia haruslah menyayangi dan menghormati diri kita sendiri karena diluar sana tidak ada yang mengetahui bagian dalam diri kita kecuali diri kita sendiri, tidak ada yang mampu menyelamatkan diri kita kecuali diri kita sendiri, dan diri sendirilah yang mengetahui siapakah sebenarnya diri kita, kemana nantinya kita akan pergi dan kemana tujuan hidup kita.

Perang melawan eksistensi narkoba di dunia sudah berlangsung sangat lama, tetapi segala macam usaha itu tidak pernah menimbulkan hasil yang baik, buktinya adalah jumlah pemakai narkoba tidak pernah menurun, melainkan angkanya semakin naik, bahkan hari demi hari pertambahannya semakin cepat, sampai saat menulis tulisan ini ternyata keadaan diluar sudah seperti wabah penyakit yang berkembang bebas di dalam kehidupan bermasyarakat, menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, sangat ironis, tapi itulah kenyataan. Yang paling mengecewakan banyak orang adalah berita terakhir tentang adanya pihak aparat yang tertangkap basah menjadi pemakai dan pengedar narkoba, sebelum berita itu ada juga wakil rakyat yang menggunakan barang haram tersebut, dan sekali lagi itulah kenyataan, dan kita tidak bisa lari dari kenyataan.

Pemakaian narkoba-pun telah menjadi suatu bentuk gaya hidup bagi segelintir orang, bahkan yang paling menjijikkan memakai jenis narkoba tertentu menjadi suatu tanda status sosial bagi mereka, cenderung semakin mahal harga narkoba yang mereka konsumsi maka akan semakin tinggi status sosial mereka (semahal-mahalnya benda itu tetap saja hanya racun, yang lebih parah banyak yang mau membelinya, yah begitulah seseorang yang banyak memiliki harta tetapi miskin akan ilmu, perasaan dan hati). Sering juga dijumpai mereka merasa bangga mengatakan kalau mereka adalah pengguna tetap jenis narkoba tertentu, hal ini menunjukan kalau mereka adalah manusia yang miskin akan ilmu, jauh dari akal sehat dan telah terbutakan mata hatinya, yang mengakibatkan mereka merasa benar-se-benar-benarnya ketika melakukan suatu tindakan yang sebetulnya sesat-se-sesat-sesatnya.

Salah satu faktor penyebab segala kekacauan ini adalah adanya rasa putus asa yang teramat sangat di dalam diri pengguna, bagaimana tidak di jaman yang segalanya dengan cepat melaju, arus teknologi tanpa henti, globalisasi, inovasi-inovasi yang terus berkembang dan tak mungkin di bendung, kemajuan jaman, budaya luar yang datang dan tidak sempat disaring, datang dari segala arah dan menyerbu dengan cepat. Belum lagi dengan iklim ekonomi bangsa ini yang telah selama 10 tahun mengalami krisis, berkepanjangan dan semakin kusut, latar belakang pendidikan yang sangat rendah, tidak adanya jaminan untuk hari esok yang cerah, ketakuatan dalam menghadapi masa depan, lingkungan sosial yang semakin menurun kesadaran untuk empati-nya, pergaulan yang terlalu menekan dan tidak sehat, tidak didapatnya kasih sayang dari dalam keluarga, pendidikan agama yang tidak kuat dan tidak dipahami sehingga dekat dengan kesesatan dan jatuh dalam lumpur keburukan, semua itu adalah sedikit dari banyak faktor yang menyebabkan keputusasaan teramat-sangat bagi para manusia, sehingga yang terjadi adalah tersesatnya para manusia itu kedalam lembah hitam penggunaan narkoba. Telah terbukti bahwa para pecandu narkoba datang dari kaum muda karena mereka masih memilik prinsip hidup yang rapuh. Bagaimana tidak rapuh jika di dalam keluarga tidak diberikan bekal yang cukup!?, keluarga merupakan faktor utama dalam menentukan perkembangan seorang anak, jika seorang anak tumbuh tidak dengan bekal pegangan entah itu kasih sayang, perhatian, pendidikan agama dan ilmu pasti yang kurang maka mereka memiliki potensi yang tinggi untuk terjerumus kedalam jurang narkoba, hal ini karena mereka tumbuh tanpa prinsip yang jelas dan juga tanpa pandangan hidup yang pasti.

Beberapa ahli dalam negeri dan mancanegara mengatakan bahwa ada skenario imperialisme global yang dilakukan oleh bangsa-bangsa maju yang bertujuan untuk menghancurkan peradaban kaum muda, skenario ini ditujukan agar generasi penerus bangsa tidak dapat maju. Sugguh canggih misi mereka, mereka telah mantap memanfaatkan kenyataan bahwa nasib suatu bangsa berada pada generasi berikutnya yaitu para generasi muda yang dimasa akan datang menjadi penerus, tanpa mereka suatu bangsa akan mengalami suatu kehancuran total, “hancurkan pemudanya” berarti ”hancurkan masa depannya”. Mari kita lihat dengan peka, mari kita lihat sekeliling kita, lihat dan kini kita telah diserang secara dahsyat oleh skenario imperialisme global itu. Mereka telah merusak cara pandang kaum muda, mereka telah mengotori harga diri bangsa, mereka telah meracuni budaya kita, mereka telah merusak peta mental para pemuda, mereka sedang merusak peradaban kita, mereka menginginkan kehancuran bagi masa depan kita. Jadi bagaimana narkoba bisa habis jika eksistensinya adalah suatu kesengajaan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang sangat sadis. Yang tidak bukan pihak yang kejam itu adalah bangsa-bangsa maju dan organisasi-organisasi gelap yang memiliki dasar teori konspirasi. Tapi mereka tidak akan pernah berhasil melaksanakan tujuannya jika kita sebagai bangsa memiliki kekuatan dan keyakinan diri yang kuat, jangan termakan dengan tipu daya mereka, mulailah peka dengan lingkungan, jauhilah hal yang tidak bermanfaat dan hiduplah dengan kewaspadaan agar mendapat ketenangan.

Sebenarnya secara akal sehat efek yang di dapat dari mengkonsumsi narkoba jenis apapun adalah keracunan, sensasi keracunan yang disugestikan menjadi kenikmatan, mematikan sel-sel dalam otak, matinya syaraf-syaraf di dalam tubuh yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian. Entahlah apa yang telah menyelubungi pemikiran para pecandu narkoba yang masih saja menggunakannya, padahal mereka seharusnya sudah mengetahui hal itu, tulisan-tulisan, pamflet-pamflet anti narkoba ada jutaan jumlahnya, penyuluhan-penyuluhan sudah dilakukan dari segala tingkat pendidikan, penggalakan anti narkoba pun terus saja dilakukan, lalu apa yang telah membutakan mata mereka sehingga masih saja melakukan pembunuhan secara perlahan terhadap diri sendiri, mungkin jawabannya adalah banyak faktor yang tadi sudah disebutkan sebelumnya, ditambah dengan faktor yang hanya bisa dijawab oleh diri kita sendiri.

Jika Anda benar-benar ingin terbebas dari sana, maka lakukanlah, kebulatan tekad adalah penentu sembuh atau tidaknya Anda dari jeratan narkoba, sungguh hanya diri kita sendirilah yang bisa menjadi penyelamat hidup kita, jangan terlalu berharap dengan bantuan dari orang lain, jangan katakan perjuangan seorang diri itu berat, tubuh ini adalah dibawah kekuasaan kita maka hanya kita yang mampu mengen dalikannya, hanya kita yang memiliki hak atas tubuh ini, dan ingatlah kalau jiwa kita juga memiliki hak atas tubuh kita. Percuma saja jika Anda masuk kedalam panti rehabilitasi jika itu merupakan suatu paksaan, dan setelah keluar dari sana Anda kembali menjadi seorang pecandu berat, hanya diri kita yang mampu mengatasi apa yang terjadi terhadap diri kita, dan sekali lagi hanya diri kita yang mampu mengeluarkan diri dari jeratan kecanduan narkoba yang terkutuk. Semangatlah, bakarlah api semangat itu, ingatlah tentang cita-cita, ingatlah tentang orang yang kita cintai, berjuanglah, berjuanglah, percayalah nantinya kebahagiaan itupun hanya kita yang akan merasakan. Lakukanlah dengan caramu sendiri, karena peta menuju keselamatan pada dasarnya telah tertanam dalam diri kita sejak kita terlahir, maka temukanlah karena semua tentang hidup Anda ada di genggaman tangan Anda sendiri.


No comments:

everyone is the chosen one