Thursday, July 3, 2008

Zona Nyaman Yang Menjerumuskan

Pernahkah anda merasa nyaman dengan kehidupan anda?, berhati-hatilah dalam keadaan itu bisa jadi menjadikan anda suatu individu yang tidak berkembang karena sudah merasa terlalu nyaman. Kata “jangan pernah cepat merasa puas” terkadang ada benarnya juga karena jika kita merasa terlalu cepat puas dengan keadaan kita, bisa jadi kita menjadi terhenti dalam perkembangan diri, padahal mungkin masih banyak yang bisa di eksplorasi dari kemampuan yang ada di dalam diri kita. Tak banyak orang yang mau mengeksplorasi bakat terpendam di dalam dirinya di akibatkan mereka telah di buai dalam keadaan nyaman yang membutakan. Victor Frankl dalam bukunya yang merjudul man searching of meaning secara gamblang menyatakan bahwa tujuan hidup manusia bukanlah hanya sekedar dalam mencari suatu kesejahteraan dan menghindari ketidak nyamanan tapi lebih kepada pencarian arti yang ada dalam kehidupannya. Pencarian arti dalam kehidupan, sangat religius dan sangat personal rasanya, yang jelas seseorang akan menjadi manusia sejati setelah ia mengalami yang namanya Maut.


Dalam kenyamanan yang dimaksud oleh penulis dalam tulisan ini lebih diarahkan kepada para pemuda yang kini baru berubah kedalam masa dewasa, dimana seseorang dihadapi dengan pola kehidupan yang baru dan harapan-harapan sosial yang baru, seperti peran sebagai pencari nafkah, sebagai suami atau istri, dan juga mungkin orang tua. Seringkali didapati orang-orang yang sebenarnya telah mencapai usia masa dewasa awal merasakan bahwa masa-masa awal pada keadaan ini terasa sangat sulit bagi mereka sehingga mengakibatkan mereka memperpanjang masa ketergantungan mereka seperti mempertahankan status sebagai mahasiswa atau sebagai siswa. Mungkin juga sangat sulit bagi sebagian orang untuk melepas kenyamanan yang telah diberikan oleh orang tua mereka. Bukan hanya karena nyaman tapi juga karena lebih praktis dan lebih menyenangkan, perasaan tidak malu terus saja mengalir, bukan karena anak yang selalu meminta, tapi lebih kepada orang tua yang lebih sering memberi.

Perilaku memanjakan anak pada dasarnya juga harus diperhatikan bagi para orang tua, dalam setiap kasus seorang anak yang tidak mampu untuk berdiri diatas kakinya sendiri sebagai pribadi yang matang pada usia yang seharusnya telah matang lebih diakibatkan oleh pola asuh oleh orang tua yang selalu saja memanjakan anaknya. Seharusnya ada pemikiran yang menyadarkan orang tua bahwa hal itu dapat mengakibatkan ke-tidak-mandiri-an anaknya sendiri. Perilaku memanjakan dapat cenderung membinasakan seorang anak dalam menghadapi kehidupan luar yang semakin detik semakin keras dan berat persaingannya. Sikap-sikap selalu memanjakan cenderung juga memperlemah semangat juang pada seorang anak, lemahnya daya juang dapat memunculkan model pribadi yang tak memiliki pengharapan terhadap masa depan, dengan kata lain dapat menimbulkan suatu peribadi yang lemah secara mental, lemah secara kemampuan dan lemah dalam pola pikirnya.

Hidup memang seleksi alam, dengan kata lain siapa yang memiliki kemampuan untuk bertahan maka akan mampu bertahan hidup dengan selamat. Dan keadaan yang ada di luaran sekarang ini menunjukan lemahnya kesadaran kebanyakan Pemuda yang secara usia telah memasuki masa dewasa awal. Mereka cenderung masih saja bergantung pada orang tua, belum memiliki keinginan untuk lepas dari rumah dan hidup mandiri dengan kemampuannya sendiri, walau masih ada sebagian yang lebih kecil yang telah memiliki keinginan untuk mandiri. Tantangan yang ada di dunia luar harus dengan cepat secara perlahan di pelajari oleh seseorang dari usia yang lebih dini sehingga dapat memiliki gambaran akan apa yang akan dihadapi, sehingga individu tersebut mampu menjadi lebih matang dan menyiapkan jalan untuk menghadapinya dengan lebih cermat. Kemandirian adalah jalan keluarnya, banyak cara untuk dapat mencapai keadaan tersebut, salah satunya adalah keinginan yang besar dari dalam diri, sadar akan masa depan yang masih menunggu dan masih banyak yang bisa mereka pelajari juga mereka eksplorasi bagi orang muda.

Kecenderungan manusia yang tidak menginginkan rasa tertekan mengakibatkan adanya zona nyaman yang menyesatkan, keadaan nyaman yang menjerumuskan pada ke-tidak-kreativ-an dan juga ke-konvensional-an yang merupakan musuh besar bagi pembaruan. Merasa diri masih menjadi anak-anak yang perlu kasih sayang langsung dari orang tua dan juga dari orang-orang yang lebih dewasa dari mereka secara usia. Ke-tidak-mandiri-an yang terbentuk dari awal pertumbuhan, ke-tidak-mandiri-an yang menjadi bom waktu bagi generasi penerus, ke-tidak-mandiri-an yang akan menjadi suatu gejala sosial menuju kehancuran. Tidak ada yang menginginkan adanya suatu “kecelakaan” yang terjadi dimasa yang akan datang. Dunia berkembang dan ini terjadi tanpa henti, terlahir di dalam jaman yang memanjakan keinginan telah memperlemah budaya kerja keras yang seharusnya dimiliki oleh semua jenis masyarakat. Sesekali merasa tertekan dapat menumbuhkan semangat hidup seseorang, cara kerjanya adalah manusia memiliki sifat “equilibrium” yaitu sifat mencari keseimbangan jika ada sesuatu yang kurang, sebagai contoh kita akan makan pada saat kondisi lapar dan kita akan minum pada saat kondisi dehidrasi, membiasakan diri untuk merasa masih kurang dan berusaha untuk mendapatkan lebih dapat membawa kita pada perkembangan diri yang baik, walau setiap manusia sudah diwarisi dengan sifat keserakahan yang teramat sangat. Dalam kondisi dunia yang kini telah mengglobal sistem kapitalisasinya menumbuhkan suatu pandangan yang mengatakan bahwa “Greed is Good” , keserakahan itu baik, keserakahan itu dapat membawa kita pada pada tingkat kesejahteraan yang tinggi, namun keserakahan yang bagaimana yang baik itu? Banyak yang berpendapat bahwa keserakahan adalah suatu pemuasan nafsu tanpa ampun, tapi untuk saat ini bukan keserakahan yang seperti itu yang harus ditumbuhkan dalam diri kita, bukan suatu keinginan yang harus diwujudkan walau dengan menghalalkan segala cara. Tapi keserakahan yang terkontrol, terarah dan diberkati.

Merasa diri masih kurang dan selalu menginginkan lebih, perasaan tidak puas dengan keadaan diri dan berupaya untuk mendapatkan apa yang diinginkan, suatu dorongan dari dalam diri yang dapat mengarahkan seseorang menuju pribadi tangguh. Pribadi yang tidak cepat putus asa adalah pribadi yang mampu melihat jauh kedepan ketempat dimana dia akan berada di masa yang akan datang. Kesiapan dalam menghadapi masa depan, menyiapakan segalanya dari masa sedini mungkin, menyamakan dengan kenyataan yang ada di masa ini, memikirkan segala kemungkinan dari yang terburuk hingga yang terbaik dan kemauan untuk bekerja keras secara cerdas merupakan suatu modal untuk mendapatkan masa depan yang baik. Menghilangkan segala macam ketakutan dalam kehidupan, jangan menanam keraguan di dalam diri karena akan membuahkan kegagalan dan penyesalan, maka berjalanlah selalu dalam jalan mantap terarah yang dilandasi kesadaran akan tujuan.

No comments:

everyone is the chosen one