Wednesday, August 20, 2008

Psikopat

Ketika anda mendengar kata Psikopat, maka apakah yang terlintas di dalam benak anda? Jika yang terlintas dalam benak anda adalah sosok pembunuh berdarah dingin maka cepat-cepatlah buang pemikiran itu jauh-jauh sekarang, mungkin ada benarnya namun ternyata semua psikopat belumlah tentu seorang pembunuh. Psikopat secara ilmu psikologi adalah bentuk kelainan dan juga gangguan yang terjadi dalam suatu kepribadian mereka bertendensi narsistis dan juga antisosial. Dalam diri seorang psikopat tidak pernah mengakui bahwa dirinya sakit atau memiliki gangguan, memiliki kepercayaan diri berlebihan sehingga mampu mempengaruhi orang lain, tidak merasa salah atau menyesal akan setiap tindakannya karena memiliki “rasionalisasi pembenaran” terhadapnya, dengan kata lain apa saja yang mereka lakukan maka pasti ada saja pembenarannya, namun bagi orang-orang yang berada di sekitarnya sangat merasakan dampak dari keberadaan mereka yang cenderung merugikan.

Korban-korban dari kegiatan mereka yang merugikan itu bukanlah orang yang cenderung bodoh, dalam buku Hare, without conscience (seorang yang mengabdikan sebagian hidupnya untuk studi tentang psikopat) menyebutkan bahwa dirinya sendiri yang merupakan seorang psikolog pernah menjadi korban dari “teror” seorang psikopat saat dirinya sedang bertugas kerja di penjara, hal tersebut dilakukan oleh napi yang menjadi pasiennya di penjara. Dari hal tersebut maka dapat diketahui bahwa kemampuan mereka dalam memanipulasi cenderung rapih dan sulit untuk terdeteksi. Memang ada banyak psikopat yang sudah ditangkap dengan berbagai macam kasus mulai dari pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, kekerasan, dan banyak lagi lainnya bentuk kekejian mereka, namun diluar sana ternyata 80% psikopat masih beredar bebas dan hidup disekitar kita (sumber Robert Hare). Bukannya menakut-nakuti, tapi memang benar begitu adanya. Yang menjadi masalah saat ini adalah semakin meningkatnya kasus kejahatan yang dilakukan oleh psikopat, hal ini menandakan bahwa dengan semakin bertambahnya penduduk bumi maka semakin banyak jumlah mereka karena ternyata dari hasil penelitian 1% dari total manusia dimuka bumi adalah psikopat. Dan menurut penulis angka 1% itu kini telah terlampaui.

Yang menyebalkan dari mereka itu adalah kerapihan mereka dalam menutupi kebusukkan diri mereka, contoh kasus yang baru-baru ini terjadi adalah tentang Ryan sang pembantai atau Mungkin kasus yang lebih dulu terjadi M. Gribaldy H. Yani, Ryan dalam kehidupan sehari-harinya terkenal alim, seorang guru mengaji, introvert, ramah, ditambah punya wajah yang tidak bersalah. Sedangkan Gribaldy adalah seorang polisi, tegas dan profesional. Yang jelas tidak ada yang salah dari penampakkan mereka sehari-hari dalam lingkungan bermasyarakat, Tapi, dengan berjalannya waktu terbongkar semua kebusukkan mereka dengan penemuan mayat di bawah lantai rumah mereka atau disekitar kediaman mereka, orang-orang yang mereka bunuh dengan sadis, ada yang dibakar, dimutilasi, disembelih, dianiaya, yah dizalimi-lah. betapa menyebalkan bukan????. Para psikopat itu memang tidak disangka dan juga tidak diduga dalam bertindak, berbeda dengan jenis penyakit kejiwaan seperti skizofrenia yang cenderung terlihat dengan jelas ciri-cirinya pada seseorang, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, mengalami waham, halusinasi, atau secara kasarnya seperti orang yang bermimpi dalam keadaan sadar, mungkin untuk sekali lihat orang awam juga mengerti bahwa ada yang tidak beres dalam pribadi yang menderita skizofrenia. Tapi malah mereka yang dikucilkan oleh masyarakat sebagai orang yang disebut gila dan membawa penyakit padahal belum tentu keberadaan mereka merugikan keadaan lingkungan masyarakat disekitarnya (atau mungkin masyarakat tidak suka hanya karena mereka tidak enak untuk dilihat), hanya saja karena para psikopat itu terlihat rapih dan normal sehingga mereka dapat diterima oleh masyarakat hingga dilapisan tingkat sosial yang paling tinggi seperti menduduki suatu jabatan penting dalam pemerintahan (contoh koruptor yang menyengsarakan rakyat). Padahal mereka itulah yang sakit sebenar-benarnya sakit, tapi mungkin karena tidak terlihat kebusukkannya mereka bisa lolos dan hidup damai sauntosa disekitar kita.

Laporan terbaru (Tempo Interaktif 7-8-2008) menyebutkan psikopat disebabkan oleh masalah psikososial dan biologis. Dalam artikel tersebut seorang psikiater, Limas Sutanto, mengatakan “psikopat merupakan gejala seseorang yang mengalami gangguan kepribadian antisosial. Hal ini ditandai dengan adanya keengganan untuk menaati norma-norma sosial umum yang biasanya ditaati orang dewasa ditengah kehidupan sehari-hari. Penyebab gangguan ada dua yaitu psikososial dan biologis. Psikososial biasanya rasa takut seseorang untuk menjalin hubungan yang dekat dengan sesama manusia, dikarenakan perkembangan sosial, yang berakibat mereka merasa cemas, takut dan khawatir secara berelebihan. Sedangkan dari segi biologis biasanya terjadi karena adanya perubahan pada psikis kimiawi tubuh yang disebabkan oleh ketakutan, rasa cemas, frustasi, pada seseorang. Rasa cemas itu muncul karenanya ada kegagalan dalam struktur kepibadian yang bernama super-ego”katanya.

Dari artikel yang tertulis diatas maka dapat diketahui bahwa kemunculan para psikopat ini juga dipengaruhi oleh lingkungan tidak sehat tempat para calon psikopat itu hidup, ditambah dengan faktor biologis yang merupakan cenderung bawaan yang semakin menemukan ketepatannya dalam merubah suatu pribadi kedalam mode psikopat yang merugikan. Namun pendapat ini kurang disetujui oleh Robert Hare, beliua mengatakan bahwa penyebab dari kemunculan psikopat masih belum bisa diprediksi secara pasti apakah hal tersebut merupakan pengaruh dari faktor eksternal (kehidupan sosial, lingkungan) ataukah faktor internal (genetik, kerusakan fungsi otak), mungkin juga campuran dari keduanya yang saling bahu-membahu dalam menumbuh-kembangkan penyakit kepribadian itu pada diri individu. Ternyata penyebabnya masih tanda tanya besar dimata ahli yang satu ini, namun kini sudah banyak yang menyetujui (dengan pengamatan yang mendalam tentunya) bahwa faktor eksternal dan internal saling mempengaruhi dalam menjadi penyebab munculnya pribadi psikopat. Kalau dipikirkan pun masuk akal, karena sesungguhnya ciri-ciri psikopat itu sendiri dapat ditemukan pada setiap pribadi, namun yang membuatnya menjadi sesuatu yang menyeramkan adalah putusnya antara super-ego dengan id yang berada didalam kepribadian individu, menyebabkan dirinya menjadi (ego) seperti gelap mata dan bersikap bagaikan monster Masalah super-ego ini pengembangan dari apa yang telah disampaikan oleh Limas Sutanto dalam artikel diatas.

Mungkin seseorang bisa saja khilaf dan setelah itu insyaf, menyadari kesalahannya dan menyesal, namun tampaknya didalam diri seorang psikopat selalu ditemui khilaf saja tanpa pernah insyaf, ini yang menjadi pertanyaan, mereka selalu saja kambuh untuk melakukan kesalahan yang sama dan diulang-ulang tanpa pernah belajar dari apa yang pernah mereka alami, sebagai contoh kebanyakan dari para residivis kambuhan merupakan individu dengan kepribadian psikopat karena mereka tidak pernah kapok keluar-masuk penjara. Hal tersebutlah yang menjadikan mereka sebagai penebar masalah yang utama, mereka memiliki “rasionalisasi kebenaran” dalam setiap tindakannya dan setiap orang yang menjadi korbannya cenderung memaafkan kesalahan mereka bahkan lebih hebat lagi para psikopat mampu membuat para korbannya merasa bersalah karena kesalahan yang dilakukan oleh psikopat itu sendiri. Jelas mereka itu manipulatif sekali serta penuh dengan pesona. Bayangkan jika anda disakiti oleh seseorang namun orang yang menyakiti diri anda itu mengatakan dan meyakinkan diri anda hingga yakin, bahwa apa yang mereka perbuat pada diri anda itu merupakan hasil dari kesalahan diri anda sendiri dan anda meyakininya dan anda hanya bisa menyalahkan diri anda sendiri. Mereka kurang senang untuk langsung membunuh anda tapi apa yang mereka lakukan cenderung membunuh mental, mengeksploitasi pikiran anda dan menghancurkan kepercayaan diri anda, seperti itulah cara kerja mereka. Coba bayangkan makhluk seperti apa yang bisa melakukan hal seperti itu????

Sungguh mereka adalah pribadi tanpa nurani, pribadi yang hanya mementingkan diri sendiri dan siap menjadikan setiap orang sebagai korban dari pencapaian tujuannya, tidak punya belas kasih buta secara emosi dan mengandalkan pikiran murni. Seperti manusia yang didalam dirinya telah berhasil mematikan superego, mengeksploitasi super-ego(moral) itu sendiri dibawah id(kepuasan) dan menjadikannya sebagai id-itu sendiri. Mereka cacat secara moral dan cacat karena tidak memiliki mata hati. Pribadi yang sudah rusak dan melakukan kerusakan di muka bumi. Berikut beberapa ciri dari psikopat yang merupakan gabungan dari beberapa artikel dan juga buku Without Conscience :

1. Impulsif dan sulit mengendalikan diri.
Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli dengan apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan ayang akan dia raih. Pengidap psikopati juga mudah terpicu amarahnya karena hal-hal yang kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.

2. Sering berbohong, fasih dan dangkal.
Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar berbicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan dibidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta dan orang-orang tertipu karena percaya kepadanya.

3. Manipulatif dan curang.
Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".

4. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
Seorang psikopat seringkali dengan kepercayaan diri yang terlalu tinggi meyakinkan kita tentang kehebatan dan kemampuan mereka. Berdusta tentang apa yang mereka ketahui, melalui bualan mulut besarnya yang manis merayu dan mempengaruhi orang-orang yang menjadi korbannya.

5. Tidak punya rasa sesal, rasa berdosa dan rasa bersalah.
Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli. Bahkan dia akan menyatakan bahwa ia melakukan semua kesalahan itu dikarenakan sesuatu alasan yang menunjukkan bahwa dirinya berada pada posisi sebagai korban

6. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
Walau tidak semua psikopat dilaporkan memiliki prilaku bermasalah dari saat masa kanak-kanaknya namun dalam penelitian yang ada ternyata para psikopat cenderung merupakan anak-anak yang suka menyiksa binatang dimasa kecilnya, dan juga suka berbohong untuk mendapatkan apa yang dia inginkan selain mencuri dan berkelahi.

7. Kurang empati.
Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya. Dalam diri seorang psikopat seperti manusia yang buta warna sedang mengendarakan mobil dijalan dan kemudian bertemu dengan lampu merah, mungkin ia mampu mengetahui dimana letak lampu hijau, kuning atau merahnya walaupun ia tidak megetahui apa warnanya. Letak lampu untuk mewakili pikiran dan warna lampu mewakili emosi, dengan kata lain mereka adalah para pribadi yang tidak mampu merasakan penderitaan orang lain yang menjadi korbannya. Dan mereka tidak bisa mencerna nada emosi dalam suatu pembicaraan, sehingga setiap kata apa yang mereka dengar selalu serupa dengan artian kamus yang dangkal. Ciri ini merupakan ciri yang paling khas dalam diri seorang psikopat.

8. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
Para psikopat cenderung bertindak menyerang, mereka seperti sudha kehilangan rasatkut pada dirinya sehingga siapa saja atau apa saja yang mereka tidak sukai akan mereka tantang untuk berkelahi tanpa mengenal tempat dan waktu.

9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
Dalam banyak hal psikopat tidak memiliki tanggung jawab, seperti dalam berkeluarga seorang psikopat seringkali menelantarkan pasangan hidupnya, mereka tidak mampu menjadi panutan bagi anak-anaknya. menurut laporan seorang laki-laki psikopat menikah hanya untuk kesenangan belaka tanpa mau menafkahi ataupun menghidupi anggota keluarganya.

10. Tidak bertanggung jawab atas kewajiban.
Seperti yang telah disebutkan diatas seorang psikopat tidaklah dapat dijadikan teman hidup yang baik untuk seuatu bentuk kehidupan perkawinan, kebiasaan mereka yang tidak bias diatur merupakan kendala yang hanya membawa kesengsaraan bagi pasangan hidupnya, dan pasangannya ini merupakan korban dari perilaku psikopat pasangannya.

11. Tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
Jika melakukan kesalahan para psikopat ini cenderung mencari kambing hitam atau menyalahkan keadaan, membuat yakin bahwa mereka mengambil untuk bertindak salah atas dasar paksaan dan bukan dari apa yang sebenarnya mereka inginkan. Tetap mereka adalah manipulator ulun gdalam bidangnya.

12. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
Mereka cenderung malas bekerja dan memanfaatkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik itu dengan cara menipu ataupun dengan cara memperdaya korban-korbannya.

13. Sikap antisosial di usia dewasa.
Pada usia dewasa akibat perilaklu antisosialnya menyebabkan mereka masuk kedalam penjara atau berurusan dengan pihak berwajib.

14. Persuasif dan memesona di permukaan.
Senjata utama psikopat kebanyakan adalah penampilan dan gaya bicara yang memikat serta meyakinkan, sebagian orang percaya kalau mereka memiliki daya tarik mistis (charming), namun hal tersebut merupakan suatu bentuk dari kepercayaan diri mereka yang cenderung sangat-sangat berlebihan.

15. Butuh stimulasi atau gampang bosan.
Mereka cenderung senang dengan hal-hal yang baru tanpa pernah menyelesaikan dengan baik hal-hal sebelumnya, merasa bosan dengan pekerjaannya lalu pergi untuk mencari yang lain, karena hal ini juga mereka jarang ada dirumah dan selalu berkeliaran diluar. Bukan suatu ciri yang hanya dimiliki oleh psikopat namun hal ini merupakan salah satu hal yang memperkuat nilai ke-psikopat-an seseorang.

16. Emosi dangkal.
Emosi yang dangkal, mereka tidak mampu merasakan perasaan orang lain, sehingga tidak ada empati yang mereka miliki terhadap para korbannya, dengan begitu mereka bisa melakukan sesadis apapun para korbannya.

17. Buruknya pengendalian perilaku.
Seperti halnya seseorang yang sudah kehilangan rasa takutnya, batas-batas moral yang berlaku didalam masyarakat tidak mampu menjadi bahan pertimbangan mereka atas bertindak, apa yang menjadi motif mereka hanyalah pemenuhan rasa haus mereka terhadap kepuasan.

18. Longgarnya perilaku seksual
Mereka (para psikopat) cenderung terlibat dalam kegiatan seks bebas dan juga sebagian mengalami penyimpangan orientasi seksual seperti homoseksual, biseksual, atau pedofilia.

19. Masalah perilaku dini (sebelum usia 13 tahun)
Pada masa kanak-kanak sebenarnya sudah dapat terlihat cikal-bakal dari seorang psikopat, dari masa ini seharusnya orang tua sudah mampu menanggulangi segala macam kekacauan perilaku mereka.

20. Tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis.
Kecenderungan psikopat adalah hidup untuk kepuasan hari ini, mereka tidak berorientasi pada masa depan dan juga tujuan hidup, apa yang mereka lakukan adalah hanya untuk kesenangan mereka semata.

21. Pernikahan jangka pendek yang berulang.
Dalam hal pernikahan berhubung para psikopat ini tidak dapat dihandalkan dan juga tidak mampu bertanggungjawab maka perilaku kawin cerai sering terjadi dan ada kemungkinan untuk juga kembali kepada pasangan yang sama, hal ini mungkin dikarenakan para psikopat tidak mendapatkan korban baru untuk mereka jadikan induk semang dalam kegiatan menjadi parasitnya.

22. Kenakalan remaja.
Kenakalan remaja pada saat ini sudah berperilaku condong pada perilaku psikopati yang berkelompok, mereka mengadakan suatu kumpulan anak-anak berandalan yang kegiatannya cenderung bersifat antisosial dan juga merugikan diri mereka sendiri, pemakaian dan penjualan obat-obatan terlarang dan meminum minuman keras merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja.

23. Melanggar norma.
Kalau masalah melanggar norma seperti yang sudah tertulis diatas mereka tidak memiliki batasan apapun dalam bertindak.

24. Keragaman kriminal.
Seringkali para psikopat melakukan berbagai macam tindakan kriminal yang mengakibatkan mereka bolak-balik berurusan dengan pihak yang berwajib.

Dari ke 24 ciri yang tertulis diatas bukan berarti kita bisa dengan mudah menuduh seseorang yang ada di sekitar kita, namun hal yang cenderung menonjol pada pribadi psikopat adalah ketidak mampuan mereka untuk belajar dari pengalaman yang telah terjadi, mereka selalu merasa sudah cukup benar dengan dirinya sehingga apapun yang terjadi mereka tidak akan pernah bisa berubah, tidak adanya rasa menyesal dan tidak ada rasa insyaf dari apa yang pernah mereka perbuat. Melalui hal ini juga dapat diketahui bahwa seseorang psikopat cenderung sangat sulit untuk bisa disembuhkan bahkan ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa hal itu adalah mustahil untuk bisa dilakukan. Walaupun ada yang pernah memberikan terapi kelompok dalam menyelesaikan masalah ini namun ternyata hal tersebut dapat dikatakan sia-sia, bahkan membuat mereka menjadi semakin liar dikarenakan kini mereka mengetahui trik-trik baru dalam bersosial melalui terapi kelompok tersebut.

Psikopat cenderung memanipulasi anda dan mengeksploitasi anda dengan memanfaatkan kelemahan dalam diri anda, entah itu rasa percaya diri anda, harga diri anda, dan juga segala macam bentuk kelemahan yang terdapat dalam diri anda, mereka memanfaatkannya untuk bisa mengendalikan anda secara fisik dan mental, sehingga anda merasa hancur lebur dalam menjalani kehidupan anda tanpa anda sadari. Cara yang terbaik untuk menyikapi hal ini adalah dengan pengenalan diri yang baik pada diri anda, ketika anda mengetahui apa saja titik lemah yang ada dalam kepirbadian anda maka anda dapat mewaspadai setiap usaha mereka untuk mengambil keuntungan dari padanya. Mungkin mereka datang dengan berbagai macam cara yang telah mereka manipulasi dan palsukan namun jika anda lebih mengenal siapa diri anda Insya Allah mereka tidak mampu untuk menjahati diri anda.

Karena mereka mungkin saja orang-orang yang berada di kehidupan anda atau mungkin itu adalah diri anda sendiri, atau juga yang menulis tulisan ini. Mengingat dari buku Hare, dalam terjemahan bahasa Indonesia seorang alih bahasanya mengatakan bahwa mereka (para psikopat) merupakan para pembenci dan pendengki, yang dalam Al-Quran disebutkan dalam ayat terakhir surat al-Falaq yaitu tertulis “ dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”(QS:113, ayat5). Yang menurutnya kejahatan mereka lebih parah dari pada kejahatan wanita-wanita tukang sihir dalam ayat 4 (satu ayat sebelumnya yang menandakan hal yang paling akhir disebut itu lebih parah dari hal yang disebut sebelumnya) dalam surat yang sama. Dan diyakini bahwa kedengkian yang tersimpan dalam hati memiliki daya rusak yang sangat pada kehidupan manusia, kerena merekalah para psikopat yang merupakan makhluk yang berjalan dengan sombong dan melakukan kerusakan diatas muka bumi.

Semoga kita semua bisa selamat dari kejahatan mereka, yang terpenting adalah sekarang bagaiman kita bisa menciptakan suatu bentuk lingkungan hidup yang mampu menciptakan para manusia yang berkualitas dimasa yang akan datang, bukannya ikut serta dalam memperkeruh keadaan yang kini terasa semakin keruh dari hari kehari. Intinya jangan pesimis dan berhentilah berputus asa, apapun yang kita lakukan selama itu baik dan benar serta tidak bertentangan dengan norma yang berlaku maka akan menyelamatkan diri kita sendiri. Teringat dari khotbah jum’at saat seorang khotib mengatakan bahwa yang akan menyelamatkan atau menyusahkan manusia adalah perilakunya terhadap sesama makhluk Tuhannya. Semoga kita semua selamat dari perilaku busuk mereka.

No comments:

everyone is the chosen one