Friday, April 17, 2009

Psikologi Di Indonesia

sepanjang sejarah dunia psikologi di Indonesia, ternyata terlihat bahwa bangsa ini banyak sekali mengadopsi teori-teori psikologi yang berasal dari luar negeri. sedangkan teori yang datang dari luar itu didapat dari kebudayaan dan bangsa yang berbeda sama sekali dengan Indonesia. kembali keawal dimana psikologi dengan segala usaha mencari suatu teori yang bersifat universal, dengan artian bahwa psikologi mencari dimana letak persamaan dari semua manusia tanpa memandang suku, ras dan segala macamnya. waktu telah membuktikan bahwa memang semakin dekat saja dunia psikologi dengan semua itu. proses mengadopsi teori asing di Indonesia jelas telah mengalami penyesuaian, tetapi sebaik-baiknnya penyesuaian yang telah dilakukan adalah tetap tidak sesuai dengan pondasi awalnya.

kalau dilihat Indonesia sendiri bukanlah satu bangsa yang bersifat sama, bahkan Indonesia sendiri dibangun atas dasar perbedaan yang disatukan. bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya dikarenakan banyaknya kebudayaan dan suku bangsa yang tergabung didalamnya. psikologi sendiri lahir pertama kali dari dunia barat dan menjadi suatu cabang ilmu pengetahuan yang tergolong muda jika dibandingkan dengan cabang ilmu-ilmu yang lain. dengan bertujuan mampu mempelajari apa yang merupakan bagian mental manusia yang mendasari setiap perilaku yang ditimbulkan oleh manusia. berbagai macam teori bermunculan sejak abad ke-19, semua kebanyakan berasal dari dunia barat, yang dimana dasar dalam menentukan valid atau tidaknya teori tersebut berdasar pada masyarakat barat sendiri yang memiliki pengalaman, budaya, bawaan dan juga lingkungan yang jauh berbeda dengan manusia-manusia di Indonesia. aplikasi teori psikologi pada dasarnya dapat menjadi berbagai macam hal seperti membuat alat tes psikologi, penentuan segala macam kebijakan yang berhubungan dengan masyarakat luas dan juga perkiraan-perkiraan terhadap segala kemungkinan yang mungkin muncul pada perilaku masyarakat. jika sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan diri masyarakat sendiri lalu dijadikan suatu bentuk tindakan maka yang terjadi adalah suatu kekacauan diakibatkan tidak cocoknya antara perkiraan yang disangkakan berserta tindakan yang dimunculkan dengan keadaan dilapangan sendiri.

beberapa psikolog dalam negeri memang telah melakukan beberapa macam penelitian sejak lama, namun memang tidak sebanyak yang dilakukan oleh dunia barat dikarenakan keadaan bangsa Indonesia sendiri yang masih merupakan negara berkembang, yaitu negara yang masih mencari bentuknya, dimana kemerdekaan bangsa ini bahkan belum berusia 1 abad. memang kenyataannya terlalu muluk-muluk jika kita menuntut perkembangan dunia psikologi di Indonesia agar setara dengan perkembangan dunia psikologi di Barat dan juga negara-negara maju lainnya, hal ini jelaslah tidak mungkin melihat pengalaman dan juga jumlah tenaga ahli yang berada di negara tercinta ini, selain itu juga fokus pemerintah yang masih pada terletak pada pembangunan kekuatan dasar negara mengakibatkan kurangnya penelitian yang dilakukan dalam berbagai macam hal bidang ilmu pengetahuan.

Universitas yang diharapkan mampu menjadi lembaga Independen yang akan memberikan penerapan ilmu pengetahuan yang dikajinya kepada masyarakat, terlepas dari Universitas negeri dan swasta, rasanya tidak terlalu banyak memberikan sumbangan kepada masyarakat dari ilmu pengetahuan yang dikaji di dalamnya. dalam dunia psikologi sendiri juga tercermin masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan psikologis dan pengetahuan tentang psikologi, yang seharusnya diperkenalkan oleh setiap orang yang tergabung sebagai anggota dalam suatu fakultas psikologi, baik itu mahasiswa dan dosen dengan segenap jajarannya. dengan demikian maka Universitas tidak melaksanakan fungsinya sebagai badan yang bergerak dalam hal ilmu pengetahuan secara maksimal.

masyarakat Indonesia sendiri terbagi atas berbagaimacam kelas, bahkan didalam negeri ini masih ada yang hidup dengan cara yang paling tradisionil hingga yang sudah ultra modern. sungguh sangat mejemuk keadaan disini, ketidak rataan pembangunan telah menjadi masalah yang klasik dialami oleh bangsa ini. bukan hanya pada bidang ekonomi dan sosial melainkan juga pada hal ilmu pengetahuan. tidak semua orang memiliki akses terhadap sumber ilmu tersebut, ditambah dengan beberapa bentuk kebudayaan yang menghambat terjadinya revolusi pengetahuan pada diri masyarakatnya menjadi suatu bentuk masalah tersendiri bagi arus perkembangan bangsa yang diharapkan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

penyisipan ilmu psikologi seharusnya dapat dilakukan dengan baik pada jaman arus informasi tanpa henti seperti sekarang ini dimana media penyebaran informasi sudah sangat banyak dan beragam. pemanfaatan media komunikasi adalah bentuk yang baik dalam menyalurkan pengetahuan dan pengajaran bagi masyarakat, walau dalam melakukannya terjadi persaingan dengan berbagai topik informasi yang lainnya. edukasi bagi masyarakat adalah tanggung jawab bersama dengan maksud memberikan pengetahuan yang berguna untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

dalam hal ini psikologi hanyalah salah satu dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang seharusnya hadir diantara masyarakat, dikarenakan kehadirannya mampu memberikan suatu perubahan yang berarti bagi cara hidup masyarakat luas. dengan keadaan sekarang dimana bangsa ini berada pada masalah multi dimensi, maka kesadaran masyarakat pada solusi permasalahan haruslah diterima dengan baik dan dipahami dengan betul, sebagai suatu cara untuk mengakhiri krisis tersebut. yang diharapkan adalah peran serta media dan masyarakat sendiri untuk melakukan suatu gerakan baru yang berdasar pada altruisme dan bukan egoisme semata. dimana semua orang menginginkan kebaikan bagi orang lain dan bukan hanya tertuju kepada kebaikan diri sendiri, sehingga dengan demikian maka dengan pengorbanan yang berlangsung akan terwujud suatu bentuk masyarakat yang selalu dicita-citakan.

Baca terusannya......
everyone is the chosen one