Wednesday, November 18, 2009

Anda Adalah Apa Yang Anda Pakai dan Anda Miliki


Kini telah muncul suatu aliran sesat, dengan paradigma “Anda adalah apa yang anda Pakai atau apa yang anda Miliki”, menjadi salah satu bentuk agama didunia ini, tidak diketahui kapan tepatnya cara pandang ini muncul, mungkin sejak adanya manusia itu sendiri atau merupakan cara pandang ter-rendah dari manusia, tapi di masa modern seperti ini keberadaannya semakin terasa menguasai dan mengepung alam pikiran kita tak perduli siapapun orangnya. Inilah yang terjadi dengan kemajuan teknologi pesat yang tidak diimbangi oleh kapasitas manusianya. paradigma ini telah secara terang-terangan menyama-ratakan derajat manusia dengan benda-benda mati, dan jelas sekali kalau ini adalah kesesatan yang nyata.

Yang semakin parahnya lagi kesesatan yang nyata ini menjadi agama bagi segelintir orang yang telah dianutnya dengan sangat fanatik. Sebagai contoh, penulis sering bertemu dengan orang-orang yang kehilangan kepercayaan dirinya ketika tidak mengenakan pakaian-pakaian dengan merk terkenal yang harganya selangit, atau mereka juga tidak mau makan ditempat-tempat yang “biasa saja” dalam pandangan mereka, juga sering mencela orang lain karena menggunakan barang-barang yang mereka anggap telah ketinggalan jaman. Yah diluar sana dalam kehidupan sehari-hari pasti contoh-contoh seperti itu sudah dianggap wajar dan bagi mereka yang sudah terjebak dalam kesesatan yang nyata menganggap memang seharusnya begitu.

Jelas ini adalah bentuk dari DEHUMANISASI, yaitu pelecehan terhadap harkat dan derajat juga martabat manusia, dan dehumanisasi yang terjadi ditengah masyarakat ini semakin di perkuat dengan iklan-iklan yang ditayangkan televisi, media cetak dan berbagai macam media komunikasi massa yang lain, iklan-iklan itu seperti membacakan ayat-ayat suci agama kesesatan yang nyata tadi dengan mengulas jargon-jargon yang sangat-sangat melecehkan martabat manusia, ada iklan yang secara sadar melakukannya dan juga ada yang secara terlihat tidak sadar tapi memiliki maksud-maksud yang menjurus pada dehumanisasi. Sebagai contoh yang paling kentara adalah pada iklan pakaian mahal bermerk internasional yang mengusung kata-kata “you are what you wear”, kenyataan ini cukup menyedihkan bukan? Lalu pada iklan makanan yang enak, lezat, mahal dan berkualitas internasional menggunakan kata-kata “you are what you eat” kalau yang ini jelas sungguh menggelikan dan menyedihkan, dan yang paling menyedihkan dan sama menyedihkannya dengan yang lain adalah kata-kata “you are what you drive” pada iklan mobil yang mahal jelas. Untuk yang secara tidak sadar mungkin hampir setiap iklan yang muncul melakukan itu, memberikan ide-ide kepada para penonto atau pembaca agar masuk kedalam peta mental “anda adalah yang anda Pakai atau apa yang anda Miliki”

Dari kata-kata itu telah dikuatkan pandangan bahwa anda adalah pakaian mahal, anda adalah jam tangan, anda adalah sepatu, anda adalah makanan yang anda makan, anda adalah mobil, anda adalah motor dan anda adalah benda tak lebih dan selalu kurang. Lalu siapakah anda yang tidak memiliki itu semua? Siapakah anda yang naik angkot untuk beraktifitas? Siapakah anda yang hanya mampu membeli pakaian bekas atau dengan kualitas rendahan? Siapakah anda yang makan dengan tangan di pinggir jalan dengan kondisi buruk yang jauh dari kebersihan? Apakah anda yang tergolong dalam mereka yang tidak memiliki harga diri?. Cara memandang manusia dengan cara ini jelas adalah pelcehan terhadap kemanusiaan, berarti telah sama harga manusia dengan benda mati, telah sama harga manusia dengan benda ciptaan tangan manusia sendiri, telah masuk kembali kita ke dalam jaman penyembahan berhala yang lebih modern, dengan artian adalah manusia jaman jahiliyah yang hidup dalam gemilang teknologi masa depan, atau bahkan jauh lebih parah dari jaman itu.

Kembali ke ayat-ayat iklan, mungkin para pembaca yang sangat manusia merasa bahwa tidak ada yang salah dengan iklan-iklan itu, tapi coba tolong lebih peka dan bandingkan dengan yang tidak sesat, atau anda sendiri telah menganggap penulis ini sedang mengalami sakit jiwa, tetapi ternyata kemungkinan yang lebih besar adalah anda sekalian telah terjebak dan terikat kuat dalam paradigma “anda adalah apa yang anda Pakai dan apa yang anda Miliki”. Ternyata ayat-ayat itu hanya alat pencari keuntungan bagi para produsen, lihat saja sekarang ini biaya iklan bisa hampir lebih separuh dari biaya produksi itu sendiri.

Manusia memiliki dimensi-dimensi-nya sendiri yang membedakan dirinya dari benda mati, tumhbuhan dan juga hewan, manusia memiliki dimensi fisik yang pada dasarnya adalah dimensi terendah dalam kehidupan, lalu ada dimensi mental-psikologi yang membuat manusia bisa berpikir dengan rasio, menentukan arah yang ia tuju, menciptakan ciptaan-ciptaannya sendiri, menciptakan mimpi dan sebagainya. Lalu ada dimensi sosial-emosional yang mengakibatkan kita bisa bermain dengan orang lain atau melakukan hubungan dengan mereka juga adanya rasa empati dan saling berbagi diantara manusia dengan lingkungannya, dan dimensi spiritual yang menghubungkan manusia dengan penciptanya,jadi manusia dapat bersyukur dan mengenal penciptanya dengan seharusnya.

Hal-hal diatas tadi adalah unsur utama pembeda antara manusia dengan makhluk atau benda lain yang ada di dunia ini, menurut pandangan penulis, sehina-hinanya manusia dia tetaplah manusia dan begitu juga ketika melihat orang-orang yang mulia mereka tetaplah manusia, kebutuhan dasar manusia pun tidak jauh dari makan, minum, kawin dan memperoleh keturunan, jadi apa yang membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lain, itu semua tergantung bagaimana kita memandangnya, tapi cara pandang kita adalah diri kita yang sebenarnya, jadi jika kita memandang dengan cara kita yang menentukan siapakah diri kita ini. Yang jelas sekali adalah ke-ada-an fisik adalah dimensi ter-rendah manusia.

Semua orang ingin diperlakukan secara manusiawi, secara wajar sebagai manusia, tanpa harus dipandang bentuk wujud dan lingkungannya, tak perduli ia miskin atau kaya, yang paling mudah adalah kita membiasakan diri untuk melihat manusia lain bukan dari gaya-nya, bukan dari keturunan-nya, bukan dari rumah megah-nya, bukan dari mobil-nya, bukan dari kekayaannya, melainkan dari keahliannya dalam suatu bidang atau banyak bidang, Amal saleh yang telah ia lakukan, kemanfaatan dirinya dalam lingkungannya, dan akhlak pribadi yang dimiliki oleh dirinya. Tidakkah menyedihkan para manusia yang hanya memiliki gaya, kemewahan, wajah yang tampan dan cantik, pakaian yang indah-indah tapi tidak memiliki akhlak yang baik, cuma menjadi penyebar penyakit di dalam lingkungannya, dan bahkan tidak memiliki keahlian sedikitpun dalam bidang apapun, dan merupakan orang yang memiliki kelakuan yang buruk.

....maknanya, ilmu pengetahuan manusia, adab kesopanan, ibadah, kedermawanan serta akhlak dan moralitasnya adalah nilai diri yang sebenarnya dan bukan wajah, gaya dan kedudukannya. (Ali Bin AbiThalib)

No comments:

everyone is the chosen one