Wednesday, November 18, 2009

Beberapa Keuntungan Untuk Tidak Dapat Melihat Masa Depan


Dalam kehidupan diatas bumi ini dimana kini kita berada dalam wujud sebagai manusia, terlahir tanpa mengetahui apa-apa dan tanpa pernah merasa memilih untuk terlahir dari siapa dan sebagai siapa. Salah satu hal yang menakjubkan dalam kehidupan ini dimana kehidupan itu sendiri terasa sangat menakjubkan, tidak kita mengetahui apa yang membawa kita menjadi seperti sekarang ini. Mungkin sebagian dari kita mengatakan bahwa semua ini adalah hasil usaha keras kita seorang diri namun benarkah?, mengapa ketika ditanya lebih jauh tentang kebaikan yang telah terjadi dan pernah kita akui sebagai bentuk dari kehebatan kita pada akhirnya kita sebut sebagai nasib baik, dimana kita yakin bahwa kita hanya menjalankan dan tidak mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya. Disini jelas bahwa walaupun kita yakin akan apa yang kita lakukan namun pada perwujudannya dalam kenyataan tidaklah selalu sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Mungkin bisa melenceng jauh entah itu menjadi jauh lebih baik atau mungkin menjadi jauh lebih buruk.

Salah satu misteri dunia ini yang selalu diusahakan untuk dijawab oleh para manusia adalah masa depan, dimana manusia sering melakukan prediksi dan juga analisis secara seksama dan penuh dengan perhitungan, namun pada kenyataannya manusia tetap saja tidak mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi nantinya, walau sudah dicoba untuk diterka namun jawaban selalu berpihak pada kenyataan sehingga sebagian dari kita sering mengatakan “biar waktu yang menjawabnya”.

Menjalani hidup ini adalah suatu ketetapan bagi mereka yang hidup, entah itu dengan tujuan atau tanpanya, tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya akan terjadi didepan, namun alam telah berjanji dimana kita sebagai manusia akan menuai apa yang kita tanam, sebagai contoh nyata dan dapat dilihat adalah jika kita sedang berkebun, ketika seseorang menanam tomat, misalkan, maka ia akan mencari benih tomat, menanamnya diatas tanah, maka yang nantinya akan tumbuh adalah tomat, tidak mungkin yang tumbuh adalah durian atau mungkin jeruk dan pepaya. Dengan kata lain si penanam mendapatkan apa yang diharapkannya yaitu tomat, namun jika sang penanam adalah seorang yang telah kehilangan akal sehat beserta pikiran jernihnya maka ia akan mengharap durian dan juga pepaya atau mungkin jeruk walau yang ia tanam adalah benih tomat. Dengan demikian yang terjadi pada diri sang penanam adalah suatu bentuk ketidak-rasionalan dan juga angan-angan kosong yang tidak beralasan. Namun keadaan manusia kini walau penuh dengan mimpi dan keinginan maka haruslah disesuaikan dengan apa yang bisa ditanamnya, menemukan benih yang tepat dan penuh dengan harapan. Dimana manusia dengan begitu tidak menjadi sekedar seorang pemimpi yang muluk-muluk dan kosong, hanya mengharap keajaiban yang tidak mungkin terjadi dalam kehidupan normal.

Anggap saja kalau keajaiban itu tidak ada walau diawal tulisan ini penulis menyebutkan nasib baik, namun nasib baik adalah suatu rentang yang panjang, bukan terpatok pada satu kejadian saja. Yang berarti bahwa nasib baik merupakan suatu rangkaian kejadian yang berurutan, dalam kejadiannya beringgungan dengan nasib buruk sekalipun menciptakan suatu ketetapan dalam kehidupan yang membawa manusia pada akhir hayatnya. Jadi yang terjadi bukanlah keajaiban walau penuh dengan kebetulan dan juga keberuntungan. Setiap langkah manusia diyakini telah diatur oleh yang maha kuasa dan manusia yang mengaku memiliki free will merupakan suatu ketetapan dari yang maha penyayang. Manusia tidak menciptakan tindakannya sendiri melainkan telah diatur sedemikian rupa dari awal lahir hingga akhir hayatnya. Dengan adanya hal itu maka dengan baik manusia tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di kemudian waktu terhadap dirinya sendiri atau terhadap segala sesuatu yang berada diluar dirinya. Disinilah keuntungan yang akan di bahas dikarenakan jika seorang manusia mengetahui apa yang akan terjadi maka manusia memiliki kesempatan guna mengubahnya dan memberikan kemampuan bagi manusia untuk mengetahui kebaikan dan keburukan sebelum waktunya, jika sudah demikian maka habislah cerita kita diatas bumi ini. Kita tidak lagi perlu melakukan apa-apa, diam saja dan bertindak yang perlu, semua menjadi kacau karena ada satu kebenaran yang telah datang dan menetap serta diketahui dan dipahami.

Hidup itu penuh dengan kejutan dikarenakan banyak ketidak pastian sedangkan satu-satunya kepastian yang pasti datang dan akan dialami hanyalah kematian. Kematian sendiri dianggap sebagai akhir dari kehidupan dunia. Kepastian itu akan datang namun yang mengherankan adalah mengapa kita masih saja melakukan hal yang sia-sia jika yang pasti itu hanyalah kematian itu sendiri (termasuk penulis sendiri...hehehe). jawabannya adalah walaupun kematian adalah suatu bentuk dari kepastian namun tidak ada yang pernah mengetahui kapan tepatnya akan terjadi, semua mencoba untuk memprediksi tapi yang terjadi hanyalah persangkaan yang terkadang dan sering kali luput dari yang akan terjadi. Masa depan adalah misteri, masa lalu adalah suatu keabadian dan hari ini atau saat ini adalah anugerah, ketiganya sangat berkaitan satu sama lain, bersifat integral dan tak mungkin bisa dipisahkan. Dalam berpikir tentang apa yang telah terjadi sebelumnya, kita sebagai manusia jelas berjalan dnegan waktu yang terus bertambah, detik-demi-detik kita lewati, saat kita sadar akan waktu dan kita menyebut kata “sekarang”, dan menatap kedepan penuh dengan kabut ketidak pastian.

Kembali kepada fokus penulisan dimana keuntungan atas ketidak tahuan diri kita terhadap apa yang akan terjadi didepan adalah agar “saat ini” kita gunakan dengan baik, sehingga apa yang terjadi didepan baik pula keadaannya. Dengan berbekal masa lalu sebagai pengalaman dan pembelajaran, maka saat ini kita gunakan agar mendapat kebaikan didepan hari nanti. Masa depan itu adalah suatu bentuk pohon misteri, dimana bibitnya adalah masa sekarang yang dipupuk dalam tanah masa lalu. Namun pohon itu tidak akan menjadi pohon yang baik jika tidak diberikan bibit yang baik. Hukum alam adalah ketetapan, dan masa depan ditetapkan untuk tidak diketahui, kita hanya bisa berprasangka, dan lebih banyak meleset dari pada terbukti.

Maka dengan tidak diketahuinya apa yang ada didepan menguatkan kepercayaan dalam diri setiap orang, mereka menetapkan dan mencapai apa yang mau mereka peroleh dalam masa depan nanti, dalam bentuk harapan, mimpi dan doa. Sehingga mereka berusaha dengan giat dalam menggapainnya. Tidak perduli karena memang masih kosong, belum ada yang ditetapkan didepan sehingga mereka yakin dapat mengisinya dengan apa yang mereka harapkan sendiri. itulah bentuk keuntungan yang paling besar dari tidak mengetahui masa depan. Karena dengan belum ditetapkannya apa yang akan terjadi membuat kita menjadi yakin akan ada jalan menuju apa yang kita inginkan. Walau kita percaya terhadap takdir, dan jika begitu maka lakukanlah kerena memang tidak ada pengetahuan kita tentang apa yang menjadi takdir itu sendiri, walau semua sudah ditetapkan, tapi tetap kita juga yang akan membuka tabir ketetapan itu sehingga kita mengetahui apa yang sebenarnya benar itu sendiri.

No comments:

everyone is the chosen one