Wednesday, November 18, 2009

Topeng-Topeng Sosial Manusia Modern dan Penyakitnya


Manusia modern cenderung sibuk dan berusaha untuk mengikuti serta menyesuaikan diri dengan kehidupan modern mereka. Didalam diri mereka selalu merasa kalau dirinya melakukan apa yang sebenarnya mereka inginkan padahal yang sebenarnya terjadi adalah mereka melakukan apa yang menjadi tuntutan orang lain (sosial) kepada mereka. Dalam tulisan ini akan coba penulis jabarkan mengenai beberapa hal yang menyangkut dengan modernisasi dan juga globalisasi serta efek-efek buruk yang didapat oleh manusia-manusia didalamnya, diusahakan dalam tulisan ini tidak dijelaskan mengenai solusi dari apa yang seharusnya dilakukan dan apa cara yang dapat menyelamatkan, mengingat kemungkinan akan dibahasnya hal tersebut dalam tulisan yang lain.

Dengan begitu rajinnya manusia modern mengikuti perkembangan jaman mengakibatkan mereka sendiri tidak mengetahui apa yang sebenarnya mereka lakukan. Arus informasi tiada henti akibat globalisasi yang mengubah dunia seperti tanpa jarak, mengakibatkan perubahan yang begitu cepat didalam masyarakat, trend demi trend datang dan pergi, menyerbu serta menuntut setiap orang yang ingin terlihat modern untuk berlomba dalam mendapatkan dan mengenakan simbol-simbolnya. Entah itu dalam bidang otomotif, teknologi, fashion, makanan, pengetahuan, profesi dan berbagai macam lainnya. Dunia industri maju yang didominasi oleh negara maju didukung dengan globalisasi informasi yang berfungsi memudahkan promosi, telah berimbas buruk bagi negara-negara berkembang dimana persaingan terasa sangat tidak adil lagi. Tingkat pemahaman dan pengalaman masyarakat yang masih minim dinegara-negara berkembang mengakibatkan terjadinya distorsi yang sangat merugikan, seperti di Indonesia rasanya telah disusupi oleh hal-hal berbau asing yang sewajarnya tidak ada didalam negara ini, yang pada dasarnya merupakan negara yang masih berkembang.

Teknologi dan ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang berfungsi sebagai peningkat kualitas kehidupan manusia, seperti mempermudah apa yang sebelumnya sulit dan memperbaiki apa yang sebelumnya buruk. Dengan demikian maka seharusnya manusia modern adalah manusia yang lebih arif dan bijaksana dalam bertindak dikarenakan apa yang menjadi fokus kehidupannya telah ditopang oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada digenggaman mereka. Namun pada kenyataannya manusia modern menjadi manusia yang tenggelam dalam teknologi dan kecerdasan mereka sendiri, seperti istilah senjata makan tuan. Hal ini diakibatkan oleh ketidak-siapan manusia modern itu sendiri dalam menerima semua pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, hal ini ditunjukkan dengan penurunan kualitas manusia dan kemunduran nilai dalam berperilaku.

Tingkat kualitas manusia yang tidak siap dalam menerima seluruh teknologi dan arus informasi yang ditawarkan dunia mengakibatkan mereka yang ingin mengikuti semua perkembangan ini menjadi kehilangan diri mereka sendiri, terlalu cepatnya semua datang dan pergi membuat mereka tidak sempat memikirkan apa yang sebenarnya menjadi keinginan mereka dan yang mereka ketahui adalah hanya apa yang diinginkan oleh orang lain (sosial). semua ini mengakibatkan manusia modern menjadi manusia yang kosong karena kehilangan makna dalam kehidupannya, walau keseluruhan simbol modern telah melekat pada diri mereka. Para manusia modern yang sudah ditambal dengan simbol-simbol modernisasi pada diri mereka tersebut menjadi manusia yang terasing walau berada dalam keramaian sekalipun, mereka menjadi kehilangan makna dalam hidup serta kehangatan dari orang lain karena segalanya telah diatur oleh keinginan orang lain (sosial) yang bukanlah keinginan luhur yang ada pada diri mereka sendiri. keadaan ini oleh para sosiolog disebabkan oleh baberapa hal, pertama, perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, kedua, hubungan antar manusia sudah berubah menjadi suatu hubungan yang gersang, ketiga, lembaga tradisional sudah berubah menjadi lembaga rasional, keempat, masyarakat yang homogen sudah menjadi masyarakat yang heterogen, kelima, stabilitas sosial sudah berubah menjadi mobilitas sosial. dari kelima aspek aspek tersebut merupakan apa yang menjadi dasar perubahan yang terjadi pada manusia modern untuk menjadi manusia yang kosong dan kehilangan makna.

Dalam hal berhubungan dengan orang lain manusia modern cenderung memakai topeng-topeng sosial, sehingga mereka kehilangan kehangatan dari sebuah hubungan bahkan jika sudah parah maka hubungan yang intim sekalipun tidaklah terasa hangat. Hubungan yang gersang ini diakibatkan perilaku yang mereka wujudkan bukan berasal dari diri mereka sendiri melainkan dari tatacara yang telah diatur oleh orang lain (sosial), sehingga ketika berkontak sosial dengan orang lain yang dirasakan hanyalah bahwa orang lain yang sedang berada didepannya jugalah pengguna topeng seperti dirinya, menjadi penuh curiga ketika diberi pujian bahkan ketika diberikan sapaan oleh orang lain. jika telah begitu maka betapa beratnya hidup manusia modern tersebut.

hausnya manusia modern terhadap apa yang namanya makna dan kehangatan merubah mereka menjadi manusia-manusia yang tampak hangat diluar namun terasa dingin didalam, seperti topeng-toprng yang saling menipu satu sama lain dengan mengaku sebagai wajah asli, senyumannya tidak tulus dan penuh dengan tipu daya. walau sudah separah itu namun jalan untuk keluar dari penjara manusia modern itu maka setiap manusia yang sudah merasa muak terhadap kepalsuan yang selalu mereka perankan haruslah mendobrak pintu agar dapat menemukan suara hati nuraninya yang paling mendalam, karena hanya ada disanalah kejujuran yang sebenarnya dalam menentukan sikap terhadap diri sendiri.

No comments:

everyone is the chosen one