Saturday, November 6, 2010

Kembali Menulis: Sebut Saja Ini Intro


Karena kesibukan yang ada sekarang menjadikan penulis tidak lagi segencar dahulu dalam menulis dan menelaah segala macam yang menjadi pertanyaan yang ada dalam kepala penulis, kesibukan dan perut yang kenyang terkadang menjauhkan seseorang dari pertanyaan-pertanyaan yang terkadang menumbuhkan ide-ide cermelang dalam penggalian dan pencarian jawabannya.

Singkatnya zona nyaman merupakan keadaan dimana seseorang terbuai dan terlena dalam kenyamanan sehingga tidak mau lagi atau terhambat (walau lebih tepatnya “merasa tidak butuh lagi”) untuk menggali segala macam potensi dan kemampuan yang dimiliki untuk terus dikembangkan. Itulah zona nyaman, yang ketika, mungkin, pernah diketahui dan dipelajari oleh para pembaca merupakan keadaan manusia yang cenderung tidak mau lagi untuk berkembang.

Saya dengan latar belakang pendidikan psikologi seringkali melakukan penelaahan terhadap diri saya sendiri, mencari kesadaran di atas kesadaran untuk menilai apa yang telah saya perbuat, apa yang telah saya ciptakan dan apa yang telah saya sia-siakan. Introspeksi diri, inilah tema yang akan saya bahas dalam tulisan saya kali ini. Sesuatu yang ada dalam diri kita yang tidak mampu kita lihat dan juga tidak mampu dilihat oleh orang lain, merujuk pada Jendela Johari hal tersebut dikatakan sebagai sesuatu yang tidak diketahui.

Pada bagian itu mungkin masih ada yang bisa kita gali kembali dari dalam diri kita, pengenalan terhadap diri dan juga pencarian jati diri terjadi selama rentang kehidupan manusia, entah dari makna yang telah mereka alami dan apa yang telah mereka pelajari dari semua kejadian yang pernah mereka alami.

Dalam psikologi sendiri ada sebuah istilah pengembangan diri. setiap orang dapat mempelajari bagaimana caranya menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya, menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungan hidupnya, pribadi yang memikirkan kepentingan orang lain dengan tidak melupakan kepentingan dirinya sendiri, individu yang adil dalam bersikap dan sehat dalam berpikir.

Tujuan hidup seseorang beserta segala macam cara pandanganya merupakan sesuatu yang dapat dilihat dalam diri seseorang, apa yang menjadi fokus kita dalam bertindak dan apa yang kita inginkan dapat menunjukkan apa yang menjadi tujuan hidup kita, serta menunjukkan sejatinya diri kita. Pencarian ke dalam diri tentang pemaknaan-pemaknaan yang kita miliki di dalam diri kita terhadap apa yang terjadi di dalam kehidupan kita membentuk suatu prinsip-prinsip kehidupan yang kita anut, menjadikan kita bersikap unik antara satu manusia dengan manusia lain dalam berbagai macam situasi.

Keunikan manusia adalah berkah, yang dengannya manusia memiliki ciri khasnya masing-masing, membuat dunia melahirkan ilmu psikologi, mencari kesamaan dari semua manusia atas dasar-dasar perilaku yang mereka tunjukkan dalam keseharian. Kembali kepada zona nyaman, yang kesemuanya adalah suatu bentuk pilihan tergantung pada bagaimana kita sebagai individu yang menjalaninya menanggapi semuanya, ketika kita yakin bahwa kita tidak memiliki pilihan lain dalam kehidupan ini maka jadilah Anda sebagai manusia yang tidak memiliki pilihan lain, namun jika Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang belum Anda keluarkan dari dalam diri Anda, seperti yang dalam Jendela Johari disebut sebagai “sesuatu yang tidak diketahui”, dan Anda yakin masih ada pilihan lain yang dapat Anda lakukan maka pilihan itu pun ada di tangan Anda.

Seperti kita ketahui tentang rasa takut, mereka muncul bukan sebagai bentuk dari pribadi yang pengecut, rasa takut ada karena kebutuhan untuk mempertahankan kehidupan. Bayangkan jika kita tidak memiliki rasa takut, mungkin saja kita dengan berani akan melakukan hal yang bodoh seperti berada terlalu dekat dengan jurang, yang mengakibatkan kita terjatuh dan kehilangan nyawa di dalam jurang itu, atau kita takut pada harimau, bayangkan juka kita tidak memiliki rasa untuk takut dan segera lari menghindar, pasti kita akan diterkam dan menjadi santapan lezat bagi binatang buas tersebut.

Takut dan khawatir yang cerdas adalah yang memiliki alasan yang tepat, sesuatu yang seharusnya kita ketahui terlebih dahulu tentang apa yang ada dalam diri kita, tentang kemampuan-kemampuan kita dan barulah setelah itu kita boleh mengatakan takut atau tidak terhadap sesuatu. Pengenalan diri tentang apa yang membuat kita tidak mau mengambil resiko dan juga tidak memiliki keberanian untuk mengetahui merupakan sebuah bentuk yang menghambat seseorang dalam membangun dirinya sendiri menjadi individu yang lebih unggul dari sebelumnya.

Kemampuan kita untuk mengetahui seberap daya tahan yang kita miliki sekarang dan bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan dan daya tahan kita merupakan bentuk upaya dalam menumbuhkan mentalitas juara di dalam diri kita. Sehingga dengannya manusia yang mau berkembang tidak menjadi statis dan begitu-begitu saja tanpa ada kemajuan, namun menjadi manusia yang dinamis dan penuh dengan inovasi, sesuai dengan perkembangan jaman sekarang ini yang segala sesuatunya melaju dengan cepat dan berubah tanpa pernah bisa untuk dihentikan.

Salam Sukses Untuk Semua.

Jangan Pernah Menyerah!!!

No comments:

everyone is the chosen one