Friday, September 30, 2011

10 Manfaat Tersembunyi dari Tersenyum


Senyuman bukan hanya sekedar bentuk ekspresi kegembiraan, dalam ilmu psikologi terungkap bahwa dari tersenyum itu sendiri terdapat 10 macam manfaat yang bisa Anda peroleh.

Orang selalu menggunakan senyum, terutama ketika bersama dengan orang lain, hal ini dilakukan bukan semata untuk menunjukkan bahwa diri sedang berada dalam keadaan bahagia. Manusia menggunakan senyuman untuk berbagai macam tujuan sosial dimana senyum dijadikan alat untuk mengirimkan sinyal dari kontak sosial tersebut. Berikut adalah beberapa manfaat dari tersenyum yang mungkin biasa kita lakukan dalam kehidupan sosial sehari-hari.


1. Senyum untuk mendapatkan kepercayaan orang lain.

Dalam dunia yang penuh dengan keegoisan dimana setiap orang memiliki tujuan untuk kepentingan dirinya sendiri siapakah orang yang dapat Anda percayai? Yang dapat kita lakukan untuk mendapat kepercayaan orang lain adalah dengan tersenyum. Senyuman memberikan arti kepada orang lain yang mendapat sinyal bahwa orang yang tersenyum tersebut dapat dipercaya dan dapat di ajak untuk bekerja sama. Seseorang yang dinilai murah hati, ramah dan penuh keterbukaan oleh orang lain, adalah mereka yang mampu memberikan senyuman tulus saat berbagi dengan orang lain.

Bahkan para ahli ekonomi mengatakan bahwa senyum memiliki nilai ekonomi. Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh Scharlemann et al. Menunjukkan bahwa para partisipan dalam penelitian terebut menunjukkan angka yang tinggi untuk kepercayaan mereka terhadap orang yang tersenyum. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan yang diberikan oleh seseorang akan meningkat sebanyak 10% apabila orang yang akan diberikan kepercayaan tersebut memberikan senyuman.

2. Tersenyum Untuk Meringankan Hukuman.

Jika seseorang melakukan suatu hal yang buruk kemudian mereka tertangkap maka terkadang mereka mengeluarkan senyum pada wajah mereka, apakah ada keuntungan dari senyum yang mereka keluarkan pada saat itu?

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh LaFrance dan Hecht pada tahun 1995 menunjukkan bahwa memungkinkan saja jika kita akan memberikan keringanan hukuman jika seseorang yang dipergoki sedang melakukan hal yang buruk tersenyum pada saat tertangkap basah tersebut, tanpa peduli apakah itu sebuah senyum palsu, senyum yang menyedihkan atau senyum yang tulus, semua senyuman tersebut yang terdapat pada wajah pelaku di saat tertangkap basah memberikan pengartian kepada kita bahwa para pelaku tersebut membutuhkan waktu untuk berhenti dan istirahat. Dimana mereka menunjukkan dengan tersnyum terebut bahwa mereka lebih bisa dipercaya daripada mereka yang tidak mengeluarkan senyum setelah melakukan kesalahan dan melanggar aturan.

3. Memulihkan Kesalahan Kita Terhadap Orang Lain

Mungkin kita lupa akan ulang tahun pasangan kita, lupa akan nama orang yang penting dalam karier kita dan segala macam kesalahan yang menimbulkan rasa malu bagi diri Anda. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Keltner dan Buswell pada tahun 1997 menyebutkan bahwa rasa malu merupakan cara manusia untuk dapat keluar dari keadaan sosial yang menekan. Senyum malu terkadang ditunjukkan oleh manusia dengan menunduk kebawah dan diselingi dengan tertawa kecil yang terlihat konyol. Hal ini ditunjukkan untuk mendapatkan simpati dari orang lain sehingga orang tersebut dapat memberikan sedikit ruang mereka untuk memberikan iba dan pemaafan atas kesalahan kita. Dengan demikian senyum malu yang kita tunjukkan dapat memperbesar peluang untuk membebaskan kita dari sebuah kekangan kesalahan yang kita lakukan.

4. Karena kalau tidak aku akan merasa buruk

Pernahkah Anda merasa tidak enak terhadap orang lain hanya dikarenakan Anda tidak memberikan mereka senyuman? Inilah salah satu rahasia dari tersenyum, ketika ada seseorang yang menceritakan suatu bentuk untukapan kegembiraan mereka kepada Anda, dikatakan sopan jika Anda ikut gembira atas apa yang menggembirakan mereka, kegembiraan itu dapat Anda tunjukkan dengan cara tersenyum.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh LaFrance pada tahun 1997 menunjukkan bahwa jika seseorang tidak tersenyum pada setelah mendengar kabar baik dari orang lain maka mereka akan merasakan perasaan yang buruk dan tidak enak serta dihantui oleh kemungkinan akibat berupa apa yang dipikirkan oleh lawan bicaranya yang memiliki kabar gembira tersebut.

Maka dari itu kita ketahui bahwa tersenyum pada saat orang lain gembira adalah agar diri kita tidak dihantui oleh rasa bersalah yang mungkin timbul. Rasa bersalah ini lebih cenderung tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria.

5. Mentertawakan Rasa Sakit

Tersenyum adalah salah satu cara untuk mengurangi rasa kecewa. Psikolog menyebutnya hipotesis umpan-balik wajah (facial feedback hypothesis) dimana kondisi ketika kita mencoba untuk tersenyum pada wajah terlebih dahulu lalu diikuti oleh perasaan hati yang juga ikut merasa gembira.

Namun tersenyum pada saat yang penuh dengan tekanan dan juga pada posisi yang kurang wajar membuat kita terenyum ternyata membuat diri kita tidak terlihat baik dimata orang lain, karena dari hasil percobaan yang dilakukan oleh Ansfield pada tahun 2007 menunjukkan bahwa seseorang yang tersenyum pada keadaan yang seharusnya ia sedih cenderung tidak disukai oleh orang lain.

6. Senyum untuk wawasan

Ketika kita sedang gugup perhatian kita akan cenderung menjadi sempit. Kita berhenti melihat pada apa yang terjadi di sekitar kita dan hanya melihat pada apa yang berada depan kita. Hal ini berlaku baik secara harfiah dan metaforis: ketika gugup atau stres kita cenderung memperhatikan ide-ide yang berada di tepi kesadaran kita. Tapi untuk mendapatkan informasi tentang masalah, sering kali justru ide-ide perifer yang kita butuhkan.

Tersenyum membuat kita merasa nyaman dan juga meningkatkan fleksibilitas perhatian kita serta menambah kemampuan kita untuk dapat berpikir secara holistik. ide ini telah diuji oleh Jhonson et al pada tahun 2010, hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa para partisipan yang tersenyum melakukan pekerjaan lebih baik pada saat menerima tugas-tugas yang memerlukan perhatian karena mereka dengannya mampur melihat seluruh bagian hutan dan bukan hanya pohon-pohon. Jadi tersenyum benar-benar dapat membantu memberi kita wawasan yang lebih luas.

7. Senyum Untuk Seks

Senyum wanita memiliki efek “magis” pada laki-laki lebih dari pada kontak mata. Satu studi telah meneliti bagaimana cara pria mendekati wanita di bar, dilakukan oleh Walsh dan Hewitt pada tahun 1985. Dalam penelitian itu Ketika seorang wanita hanya menjalin kontak mata dengan pria, maka akan ada kemungkinan sebesar 20% untuk pria tersebut datang dan mendekati sang wanita. Ketika wanita yang sama melemparkan senyuman kepada laki-laki maka kemungkinan sebesar 60% pria tersebut akan datang dan mendekati sang wanita.

Namun ketika laki-laki yang melempar senyum pada wanita maka efeknya tidak seperti saat wanita memberikan senyum kepada pria. Tersenyum memang meningkatkan daya tarik perempuan untuk laki-laki, namun tidak sebaliknya. Ada bukti yang menunjukkan bahwa pria akan terlihat lebih menarik bagi wanita ketika mereka menampilkan kesan rasa cuek dan malu-malu daripada ketika mereka terlihat penuh senyuman, dan ditemukan seorang pria akan terlihat lebih maskulin jika menunjukkan senyum yang jarang, hal yang terakhir ini merupakan hasil dari laporan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Tracy & Beall pada tahun 2011.

8. Menyembunyikan Apa Yang Anda Pikirkan

Psikolog selama ini berpikir bahwa senyum tulus tidak mampu dibohongi. Senyum palsu hanya melibatkan mulut, sedangkan senyum tulus melibatkan senyum-Duchenne yang dikatakan oleh para psikolog pada senyum terebut melibatkan area mata. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada orang-orang yang mampu menunjukkan senyum yang melibatkan area mata sehingga senyum palsu mereka terlihat seperti senyum tulus yang asli.

Jadi senyum juga dapat digunakan untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya kita pikirkan, tapi tidak semudah itu untuk dapat membuat senyum palsu yang sempurna karena ketepatan waktu untuk mengeluarkannya juga harus diperhatikan. Sebuah kunci untuk menciptakan senyum tulus yang dapat dipercaya adalah dengan menunjukkannya dalam waktu yang relatif lambat penyebarannya keseluruh bagian wajah(sekitar ½ detik) dan menyebar secara perlahan.

9. Senyum untuk menciptakan uang

Tidd dan Lockard pada tahun 1978 dalam penelitiannya menemukan pelayan yang tersenyum mendapatkan tips yang lebih saat melayani tamu mereka. Mereka yang berada pada industri jasa juga menerapkan kepada para pegawai mereka untuk selalu terenyum kepada para pelanggan, seperti pramugari, pekerja hotel dan berbagai macam tempat tempat hiburan, hal ini memang secara efektif dapat menciptakan rasa nyaman kepada para pelanggan namun ada yang mengatakan bahwa tersenyum tanpa emosi mengakibatkan ketidak sesuaian pada diri pekerja, kecenderungan mereka untuk mengalami keletihan kerja dan mengalami Burnout.

10. Tersenyumlah dan (setengah) dunia tersenyum dengan Anda

Salah satu kesenangan sosial kehidupan yang sederhana, yang berjalan hampir tanpa disadari karena itu bersifat otomatis, adalah ketika Anda tersenyum pada seseorang dan mereka tersenyum kembali.

Meskipun Anda telah menyadari bahwa tidak semua orang kembali tersenyum kepada Anda. Hinsz dan Tomhave pada tahun 1991 ingin melihat berapa banyak orang akan menanggapi senyum yang ditujukan pada mereka dengan senyum mereka sendiri. Hasilnya menunjukkan sekitar 50% orang membalas. Sebagai perbandingan hampir tidak ada yang tidak menanggapi senyuman Anda.


sumber


No comments:

everyone is the chosen one