Saturday, February 18, 2012

Sisi Buruk Dari Kreatif



Individu yang kreatif adalah individu yang sering kali bersifat arogan, pembohong yang cerdik, tidak bisa dipercaya, penuh tipu daya dan mungkin bisa juga “Eksentrik”.

Kita telah banyak sekali mendengar tentang keuntungan dari memiliki kreatifitas tetapi jelas kita hanya sedikit sekali mendengar tentang sisi buruk dari kretifitas.

Hasil penelitian psikologi telah mengkaji tentang sisi buruk yang mungkin dimiliki pada seseorang yang mungkin memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi, berikut adalah beberapa hasil kajian tersebut yang menarik untuk di bahas:

Pembohong yang Handal

Mungkin jika ada makhluk asing yang sedang melakukan observasi terhadap kita, maka mereka akan bertanya “mengapa manusia gemar membayar untuk dibohongi secara sadar?”, yang dimaksud disini adalah berbagai bentuk fiksi dalam novel, acara televisi dan berbagai macam film-film fiksi.

Kita sadari pula bahwa terkadang kita menikmati saat kita sedang dibohongi, kita akan merasa terhibur saat kebohongan tersebut lebih menyenangkan daripada kenyataan. Dari semua tayangan tersebut yang diciptakan oleh orang – orang yang kreatif dan dari kesimpulan tersebut dapat kita ketahui bahwa memang orang-orang kreatif itu jago dalam berbohong. Ternyata dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Walczyk et al pada tahun 2008, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi memang lebih baik dan handal dalam berbohong dibandingkan mereka yang memiliki tingkat kreatifitas yang lebih rendah, hal ini diuji dengan cara para partisipan untuk rangkaian tes dengan bentuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Arogan

Orang yang kreatif secara umum akan membuka sebuah bentuk pengalaman yang baru, hal ini merupakan sebuah sisi positif yang mereka miliki, tetapi seberapa lamakah mereka mampu dan mau untuk bertahan dalam menjalankannya? Sampai sekarang sudah ada banyak penelitian terhadap sikap ramah, salah satu dari lima dasar dari aspek kepribadian yang telah dipersatukan. Hasil penelitian baru telah menemukan dua sub-tipe dari keramahan, hal ini berdasarkan kepada penelitian yang dilakukan oleh Silvia, et al pada tahun 2011.
Hal ini menemukan bahwa tidak ada hubungan antara keramahan dan kreatifitas, tetapi memiliki hubungan yang kuat secara berlawanan terhadap kejujuran dan kerendahan hati. Dengan kata lain dengan demikian kita temukan bahwa orang yang kreatif cenderung bersikap arogan.

Curiga

Apakah ada hubungan antara curiga dengan tingkat kreatifitas, coba perhatikan ini : curiga berarti menjadi tidak mempercayai apa yang muncul pada permukaan dan memiliki keinginan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dengan kata lain ketidakpercayaan dalam bentuk pola pemikiran “bagaimana jika” yang merupakan bentuk pemikiran yang memiliki hubungan dengan kreatifitas.

Curiga merupakan salah satu unsur pemikiran yang dapat menumbuhkan bentuk fleksibilitas dalam berpikir seseorang. Bentuk pola pikir mereka yang curiga bukanlah dengan cara percaya begitu saja pada sesuatu yang muncul pada permukaan melainkan mereka mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda. Itulah juga yang merupakan ciri dari kreatifitas.

Ketika Mayer dan Mussweiler pada tahun 2011, menguji ide ini dengan suatu metode eksperimen, mereka mendapatkan sebuah bukti yang mendukung hal tersebut. Para partisipan yang memiliki kecenderungan untuk curiga memiliki ide yang lebih kreatif dan menunjukkan bahwa mereka memiliki fleksibilitas dalam proses berpikir yang lebih hebat.

Tetapi hasil ini secara krusial hanya ditemukan pada partisipan yang kreatif secara diam-diam dan hanya diketahui oleh dirinya saja, sedangkan rasa curiga tidak meningkatkan kreatifitas ketika mereka berpikir tentang ide kreatif yang akan dipublikasikan dan diketahui oleh orang banyak.

Jahat

Sejauh ini mereka yang kreatif sudah di kenal sebagai mereka yang memiliki kencenderungan bersikap arogan, curiga dan seorang penipu yang handal, namun tidak sepenuhnya jahat. Tetapi mungkin ada sesuatu dengan stereotip tentang “si jenius yang jahat”?

Dari beberapa hasil studi yang dilakukan oleh Gino dan Ariely pada tahun 2011, menemukan bahwa seseorang yang memiliki tingkat kreatifitas tinggi menunjukkan beberapa sifat sebagai berikut:

- Orang yang kreatif lebih sering melakukan kecurangan dalam permainan dalam laboratorium.

- Orang yang kreatif sangat baik dalam menutupi segala bentuk ketidakjujuran mereka.

- Kreatifitas telah diasosiasikan lebih dekat kepada tipu daya dari pada kepandaian.

Terkadang kreatifitas menghasilkan suatu tindakan yang positif dan memberikan keuntungan dan dengan demikian hal tersebut juga menjadikan seseorang untuk melakukan kecurangan dengan lebih mudah dan serta bertindak untuk menutupi perilaku curang yang mereka lakukan.

Kriminal

Ada beberapa contoh tentang tindakan kriminal yang sangat kreatif, sebagai contoh adalah dari seseorang yang bernama Shirley Pitts, seorang wanita Inggris yang menjadi pengutil di dalam toko yang ia datangi, ia dikenal sangat handal karena ia telah berhasil mengelabui Sistem Detektor pada suatu toko, hal ini ia lakukan dengan memasasang tasnya dengan aluminium foil, menutupi pada bagian dalamnya, sehingga ia dapat menyembunyikan apa saja yang ia inginkan dari toko korbannya tanpa pernah menyalakan alarm detektor.

Tetapi tidak seperti yang diharapkan bahwa hanya sedikit bukti yang dapat menunjukkan bahwa terdapat tingkat kreatifitas tinggi di antara para pelaku kriminal. (Cropley dan Cropley, 2011). Dalam rata-rata tindak kriminal yang pernah ditangkap diketahui bahwa relatif menunjukkan tingkat kreatifitas yang rendah bersamaan dengan kurangnya konformitas sosial dan nilai yang rendah pada inhibisi.

Bagaimanapun juga terdapat beberapa bukti, dalam beberapa aksi kriminal bahwa seseorang pelaku tindak kriminal adalah mereka yang kreatif, karena itulah pekerjaan mereka. Atau mungkin mereka yang benar-benar seorang kriminal yang kreatif sulit untuk ditangkap karena kekreatifitasan mereka tersebut.

Gila

Sangkaan yang kini populer menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara kegilaan dengan kreatifitas namun secara bukti hal ini belum bisa dibuktikan secara gamblang. Sudah pasti seseorang yang memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi memiliki nilai tinggi pada kecenderungan mengalami psikosis, dengan artian mereka akan cenderung lebih dingin, antisosial, egois dan sedikit memiliki empati. Namun secara umum hal ini diseimbangkan dengan tingginya percaya diri, tingkat pemikiran yang tinggi dan segala kemampuan lain yang menjaga mereka dari terlihat buruk.

Hal ini bergantung pada jenis “si jenius” yang mana, pada rata-rata kesehatan mental terdapat lebih baik dimiliki para jenius kreatif yang berada pada bidang ilmu alam seperti pada fisikawan dan kimiawan, dan rata-rata kesehatan mental didapati lebih buruk pada mereka yang jenius dan kreatif pada bidang sosial, termasuk psikolog, dan lebih buruk lagi pada bidang kemanusiaan dan yang terendah pada bidang seni. (Simonton, 2009)

Simonton berpendapat bahwa seseorang yang kreatif jenius bukanlah mereka yang pantas disebut sebagai orang gila melainkan kata yang cocok untuk mendeskripsikan mereka adalah eksentrik.

Sisi Gelap

Jadi kretifitas itu tidak selamanya baik, individu kreatif adalah mereka yang lebih cenderung untuk bersikap arogan, seorang penipu yang lihai, berpikir curiga, tidak ramah dan mungkin sedikit gila. Tapi bagaimana jadinya dunia tanpa mereka, dimungkinkan dunia ini akan menjadi sangat membosankan, dengan demikian diharapkan kepada Anda agar berpikir kembali tentang akan secerdik apakah Anda.

http://www.spring.org.uk/2012/02/the-dark-side-of-creativity.php



No comments:

everyone is the chosen one