Wednesday, May 9, 2012

Kiat Mengembangkan Karisma

Jika Anda ingin menjadi seorang manajer, politikus, orang tua atau pelatih yang efektif maka Anda membutuhkan sebuah faktor X dalam kualitas kepemimpinan Anda. Karisma adalah sebuah bentuk unsur kepemimpinan yang sudah tua dan efektif dikarenakan karisma berdasarkan pada kedekatan dan gaya interaksi personal seorang pemimpin.

Pemimpin karismatik selalu muncul dalam lingkungan masa lalu ketika masyarakat di desak oleh kebutuhan untuk dapat dengan cepat memobilisasi massa, seperti keadaan genting saat perang dan bencana alam. Dengan cepat seorang yang karismatik tersebut dengan kemampuannya dapat menyatukan kerumunan orang dan memotivasi mereka untuk bertindak, hal tersebutlah yang dapat dilakukan karisma. Sama seperti para pemimpin di era modern seperti Think Winston Churchill, Martin Luther King, dan Nelson Mandela.

Sebenarnya tidak ada yang misterius sama sekali mengenai karisma, karismatik dalam diri seorang pemimpin dapat dipelajari. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh sebuah kelompok peneliti yang dipimpin oleh John Antonakis dari University Lausanne Business School melakukan pelatihan untuk para manajer dengan tujuan meningkatkan karisma kepemimpinan mereka yang pada akhirnya akan terlihat pada keberhasilan mereka dalam memimpin.

Dalam riset pertama yang mereka lakukan mereka mengambil sampel secara acak dari perusahaan asal Swiss, dengan metode ada yang diberikan pelatihan dan ada yang tidak diberikan pelatihan. Pelatihan yang dilakukan terdiri dari mata kuliah tentang prinsip-prinsip karisma dalam kepemimpinan (termasuk juga dengan menonton adegan-adegan dalam film Dead Poets Society) melakukan presentasi dan diskusi. Sejak awal mereka mengikuti pelatihan ini para manajer telah telah dinilai oleh rekan-rekan mereka, yang mana rekan-rekan ini tidak mengetahui tentang pelatihan tersebut, hingga pada akhir pelatihan yang berlangsung selama 3 bulan, dari hasil penilaian yang dilakukan diketahui bahwa nilai mereka yang mengikuti pelatihan naik secara signifikan.

Studi kedua dilakukan dengan cara membuat video dari ceramah para mahasiswa MBA sebelum dan sesudah pelatihan tentang karisma. Rekaman pidato-pidato mereka tersebut dinilai tentang karismanya oleh para penilai independen. Dan secara mengejutkan ditemukan bahwa pelatihan yang diberikan secara signifikan telah meningkatkan karisma para mahasiswa dan meningkatkan efektifitas mereka sebagai pemimpin.

Tapi sebenarnya kemampuan apakah yang sebenarnya dilatih? Peneliti telah menemukan sebuah daftar panjang Charismatic Leadership Tactics (CLTs) atau Taktik Kepemimpinan Karismatik. Jadi jika Anda ingin meningkatkan karisma Anda berikut adalah beberapa poin dari daftar tersebut yang bisa Anda pelajari.


  1. Gunakanlah Metafora. Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Contohnya : “semua bisa dilakukan semudah membalikan telapak tangan”; “kita akan membuat saingan kita berlutut kepada kita”. Dalam hal ini metafora digunakan guna menunjukan betapa cerdas diri Anda.
  2. Menggunakan cerita dan anekdot. Hal ini berfungsi untuk membuat hal yang Anda bicarakan mudah diingat oleh para pendengar.
  3. Tunjukanlah sikap terhadap ketetapan moral. Contohnya seperti “ini adalah hal yang harus dilakukan”. Sikap ini menunjukkan betapa kuat kebijaksanaan dan integritas Anda sebagai seorang pemimpin.
  4. Sebarkan sentimen terhadap suatu tekanan secara kolektif. Contohnya seperti “kita akan menjadi lebih kuat” tujuannya adalah menunjukan kepada pendengar bahwa Anda memiliki perhatian khusus terhadap kebaikan para pendengar Anda dan Anda bukan hanya mementingkan diri Anda sendiri.
  5. Tunjukkanlah pengharapan yang tinggi terhadap diri Anda sebagai pemimpin dan para pengikut Anda. Contohnya seperti “dalam hal ini kita membutuhkan seseorang dan sesuatu yang luar biasa untuk menyelesaikan krisis yang kita hadapi”.
  6. Sampaikan pesan dengan percaya diri, hal ini ditunjukkan dengan menjelaskan kepada para pengikut Anda tentang mengapa mereka harus mengikuti Anda dan bukannya kepada orang lain.
  7. Gunakanlah pertanyaan yang bersifat retoris. Sepeti “mengapa Anda harus mendengar ini dari saya”, hal ini berfungsi untuk menyampaikan visi Anda.
  8. Gunakanlah sikap tubuh. Seperti mengacungkan tangan, mengangkat jempol atau membusungkan dada. Hal ini berfungsi agar Anda terlihat lebih besar, lebih baik dan penting.
  9. Gunakanlah ekspresi wajah seperti tersenyum, melotot, melihat dengan tenang, hal ini berfungsi kepada para audiens Anda untuk meniru ekspresi Anda secara tidak sadar dan dengannya akan membuat mereka menjadi lebih baik.
  10. Pertahankan nada suara Anda, hal ini berfungsi untuk menjaga perhatian para pendengar Anda terhadap apa yang Anda sampaikan.

Sebelum Anda akan keluar untuk mempraktekan, ada baiknya jika ini Anda lakukan terlebih dahulu dengan berlatih di depan cermin atau didepan pasangan Anda. Dan setelah itu jika Anda inign mengetahui apakah Anda telah berhasil untuk meningkatkan karisma Anda adalah dengan cara memerintahkan anak Anda untuk memakan sayuran atau pergi cepat tidur tanpa melakukan protes.

:)

Sumber :

Antonakis, J., Fenley, M., & Liechti, S. (2011). Can Charisma be Taught? Tests of Two Interventions. Academy of Management Learning and Education, 10, 374-396.

http://www.psychologytoday.com/blog/naturally-selected/201205/can-charisma-be-taught

No comments:

everyone is the chosen one