Sunday, January 5, 2014

EFEK PSIKOLOGIS DARI MENCUCI TANGAN

Mencuci tangan, pada kebudayaan bangsa Indonesia mencuci tangan merupakan sebuah kewajiban bagi seseorang yang akan makan hidangan, dikarenakan banyak masyakrat Indonesia yang menggunakan tangan untuk makan, maka  mencuci tangan menjadi sebuah standar untuk memperoleh kesehatan, dengannya bakteri, kotoran, bibit penyakit yang menempel pada tangan yang telah digunakan untuk beraktifitas sehari-hari tidak masuk kedalam tubuh bersama dengan makanan yang kita makan.

Sejujurnya artikel ini tertulis dikarenakan konsentrasi penulis yang sedang berpikir tentang gangguan mental obsesif-kompulsif, yang mana menurut PPDGJ (pedoman penggolongan diagnosis gangguan jiwa) III disebutkan beberapa gejalanya dan dibagi secara terpisah antara obsesif yang mana berupa pikiran dan kompulsif yang merupakan tindakan atas hasil pemikiran. Obsesif bersifat kecemasan berlebih yang disadari oleh sang penderita juga sebagai sesuatu yang tidak masuk akal namun untuk menindaklanjuti dan meredam kecemasan tersebut penderita melakukan kompulsi dalam bentuk tindakan, contoh ketakutan akan kotoran yang menempel ditangan, kuman penyakit, sehingga penderita merasa perlu mencuci tangannya berkali-kali dengan alasan kemungkinan masih ada kuman yang tersisi dan akan kemudian membuat dirinya sakit, sehingga lagi dan lagi ia mencuci tangannya berkali-kali. Mungkin inilah yang selama ini mendekatkan antara cuci tangan dan dunia psikologi.

Namun perlu diketahui obsesif-kompulsif bukan sekedar cuci tangan belaka, mungkin juga kecemasan yang muncul akan keamanan rumah, penderita mengunci pintu rumahnya berkali-kali, dalam jarak waktu yang tidak terlalu lama datang ke pintu depan rumahnya dan mencari tahu apakah pintu sudah dikunci atau belum, walau secara sadar ia tahu bahwa ia sudah menguncinya sejak beberapa jam yang lalu, ya, memang ada penyakit mental yang demikian itu dan bentuk kecemasannya yang beragam.

Maka efek dari cuci tangan terhadap psikologi manuisa ternyata ada berbagai macam, seperti “membasuh pikiran” kita juga, menumbuhkan rasa optimis, menghilangkan rasa bersalah, menghapus keraguan dan lain sebagainya, mari kita kaji tentang apa yang mungkin kita rasakan dan alami setelah kita mencuci tangan kita, baik secara bawah sadar, pra sadar dan alam sadar.

Mengembalikan rasa optimis

Dengan mencuci tangan maka dapat menghilangkan perasaan gagal yang dialami, dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Kaspar (2012)  pada setiap peserta penelitian yang diberikan tugas dan mengalami kegagalan, lalu kemudian diperintahkan kepada merka yang gagal tersebut untuk mencuci tangan mereka, maka ditemukan bahwa mereka setelah mencuci tangannya masing-masing merasa lebih optimis daripada mereka yang tidak mencucitangannya setelah melakukan kegagalan. Sayangnya dengan mencuci tangan mereka setelah kegagalan yang dialami membuat mereka juga mengalami penurunan motivasi untuk melakukan kembali tugas yang sama. Namun setidaknya dengan mencuci tangan Anda rasa gagal yang telah dialami akan sedikit berkurang.

Menghilangkan Rasa Bersalah

Dalam pikiran manusia kotoran dikaitkan dengan rasa bersalah, sehingga secara teoritis mencuci tidak hanya menghilangkan kotoran, namun juga menghilangkan perasaan bersalah yang dialami. sebuah studi terhadap kelompok peserta untuk berpikir tentang beberapa perilaku melawan moral yang terjadi pada masa lalu mereka ( Zhong & Liljenquist 2006 ). Satu kelompok kemudian diperintahan untuk menggunakan sabun untuk mencucitangan, dan kelompok yang lainnya tidak. Mereka yang mencuci tangan mereka setelah mengingat tindakan melawan moral yang pernah mereka lakukan mengaku merasa kehilangan rasa bersalah mereka. Dengan demikian mencuci tangan telah benar-benar menyeka kesalahan mereka yang telah terjadi di masa lalu.

Landasan Moral yang Lebih Tinggi

Keadaan diri yang bersih memberikan keyakinan diri kita terhadap orang lain, bahwa segala perilaku buruk yang orang lain lakukan adalah hal yang nista, dikarenakan diri kita bersih, maka kita mulai menghakimi orang lain secara sepihak dan beranggapan diri kita lebih bersih, ya karena sudah cuci tangan itu. (Zhong, Strejcek & Sivanathan, 2010).

Menghilangkan Keraguan

Terkadang ketika setelah manusia mengambil sebuah keputusan yang salah maka mereka akan berpura-pura bahwa keputusan mereka adalah benar, mereka terus membohongi diri mereka sendiri, bentuk disonansi kognitif pada diri manusia. dan jika pada saat tersebut mencuci tangan maka yang akan kita dapatkan adalah terbasuhnya kebutuhan kita akan pembelaan diri, membuat kita menjadi lebih terbuka terhadap keadaan, melakukan evaluasi terhadap kesalahan dan menerimanya dengan baik sehingga tidak berlarut. (Lee & Schwarz, 2010).

Menghilangkan Nasib Buruk

Secara mental dengan mencuci tangan dapat menghilangkan rasa sedang bernasib buruk, dalam sebuah studi dimana para peserta eksperimen dikondisikan untuk bermain judi dengan kartu, kepada mereka dibagi kedalam dua kelompok, dengan cuci tangan dan tidak dengan mencuci tangan, kelompok yang kalah dan mencuci tangan tidak meresakan bahwa mereka bernasib buruk, sedangkan pada kelompok tidak mencuci tangan mereka yang kalah lebih merasakan adanya nasib buruk pada permainan kartu mereka. (Xu et al., 2012).

Membuat Orang Lain Mencuci Tangan Mereka


terlepas dari efek psikologis yang dihasilkan dengan mencuci tangan, sesungguhnya dengan mencuci tangan merupakan sebuah metode efisien untuk mengendalikan penyebaran virus flu dan berbagai macam penyakit lain yang mungkin dapat menular melalui telapak tangan. dengan demikian membuat orang lain mencuci tangan mereka adalah suatu hal yang penting adanya. hal yang ampuh untuk dapat membuat orang lain mencuci tangan mereka adalah dengan mengingatkan mereka, dengan tekanan sosial bahwa semua orang harus mencuci tangannya masing-masing untuk kesehatan bersama, melalui pamflet-pamflet dan aksi langsung dari seluruh warga masyarakat (Judah et al., 2009).

ya, demikianlah 6 hal yang menunjukkan pengaruh dari mencuci tangan dengan keadaan mental seseorang, maka kini setelah membaca semua ini, cucilah tangan Anda pada waktu yang tepat dengan tujuan yang tepat, baik itu membasuh kotoran dari tangan Anda dan juga membasuh  pikiran Anda dari hal-hal yang mungkin bisa dikatakan "kotoran" pada pikiran Anda. :)

sumber:
1. http://www.spring.org.uk/2013/10/6-purely-psychological-effects-of-washing-your-hands.php

2. http://en.wikipedia.org/wiki/Obsessive%E2%80%93compulsive_disorder

Baca terusannya......
everyone is the chosen one